nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Garap Proyek Strategis Nasional, Waskita Klaim Bisa Jaga Rasio Utang

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Selasa 24 September 2019 12:38 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 24 278 2108609 garap-proyek-strategis-nasional-waskita-klaim-bisa-jaga-rasio-utang-6Ie81Ds38s.jpg Waskita Karya Klaim Rasio Utang Aman (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) saat ini tengah menyelesaikan beberapa Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan skema turnkey, di mana pembayaran akan diperoleh Perseroan setelah proyek selesai dikerjakan.

 Baca Juga: Garap Tol Pakai Skema Ini Bikin Utang Waskita Tembus Rp103,7 Triliun

Adapun proyek-proyek tersebut terdiri dari Tol Trans Jawa, Tol Trans Sumatera, transmisi listrik di Sumatera, dan LRT Sumatera Selatan. Selain itu, Perseroan juga melakukan pengembangan bisnis berupa investasi pada 18 ruas jalan tol di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Aktivitas tersebut membutuhkan pendanaan yang cukup besar.

“Total pinjaman Waskita saat ini digunakan untuk mendukung pengembangan bisnis Perseroan. Sedangkan posisi gearing ratio Perseroan per Juni 2019 sebesar 2,68x masih berada di bawah ambang batas (covenant) sebesar 3,00x. Kami yakin dapat menjaga rasio ini ke 2,3x di akhir tahun 2019," Direktur Keuangan Waskita Karya Tegas Haris Gunawan dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (24/9/2019).

 Baca Juga: Utang Waskita Karya Rp64 Triliun, Bagaimana Cara Bayarnya?

Waskita Karya akan menerima arus kas masuk sebesar Rp40 triliun selama tahun 2019. Angka tersebut terdiri atas pembayaran proyek turnkey Rp26 triliun yang selesai di tahun 2019 dan Rp14 triliun dari proyek konvensional dengan skema progress payment.

Sampai dengan saat ini Perseroan sudah menerima pembayaran sebesar Rp13,1 triliun yaitu Rp3,4 triliun dari proyek turnkey dan Rp9,7 triliun dari proyek konvensional. Di antaranya peneriman dari proyek LRT Sumatera Selatan sebesar Rp2,3 triliun pada awal September 2019.

Nilai tersebut di atas belum termasuk rencana penerimaan pengembalian dana talangan tanah dari LMAN. Kas masuk ini akan digunakan untuk mendukung aktivitas operasional perusahaan juga untuk meningkatkan kapasitas pendanaan dan menurunkan posisi utang Perseroan.

 Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini