nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kapan Tol Jagorawi Bisa Gratis? Ini Syarat dari Kepala BPJT

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 24 September 2019 11:37 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 24 320 2108581 kapan-tol-jagorawi-bisa-gratis-ini-syarat-dari-kepala-bpjt-VxNtfRvdME.jpg Tol Jagorawi Bisa Gratis? (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) memberikan sinyal akan menaikan tarif tol Jagorawi pada tahun ini. Wacana kenaikan ruas tol ini kembali mendapatkan beberapa respons dari masyarakat yang justru meminta agar jalan tol ini digratiskan.

Pasalnya jalan tol ini sudah beroperasi sekitar 40 tahun lamanya. Hal serupa juga pernah diungkapkan oleh Wakil Ketua DPR-RI Fadli Zon yang meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk menggratiskan jalan tol Jagorawi.

 Baca Juga: Tarif Tol Dalam Kota hingga Jagorawi Naik Lagi

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan, pemerintah bisa saja menggratiskan jalan tol Jagorawi. Hanya saja, pemerintah harus melakukan pemutusan konsesi terlebih dahulu kepada PT Jasa Marga (Persero) selaku pemegang hak kelola.

Untuk melakukan pemutusan konsesi, pemerintah perlu membayarkan sejumlah uang kepada Jasa Marga untuk mengganti sisa waktu pengelolaannya. Adapun pengelolaan Jagorawi yang diberikan konsesinya kepada Jasa Marga akan berakhir pada tahun 2024.

 Baca Juga: Lanjutkan Rekonstruksi Jalan Tol Jagorawi, Jasa Marga Lakukan Contraflow

Setelah pemutusan konsesi dilakukan maka jalan tol itu akan secara automatis berpindah kepemilikan dan hak operasi kepada pemerintah. Setelah itu pemerintah berhak memutuskan mengenai tarifnya apakah akan digratiskan atau tetap berbayar.

 Tol

Cara kedua adalah pemerintah bisa menunggu hingga hak konsesi pengelolaan jalan tol Jagorawi itu habis. Setelah habis pemerintah berhak untuk tidak memperpanjang konsesinya dan dikelola langsung oleh pemerintah termasuk juga bisa menggratiskan tarifnya.

“Secara umum, tergantung posisi pemerintah artinya kalau digratiskan ada pemutusan konsesi kemudian keluar (Jasa Marga sebagai pengelola) dan dioperasikan (secara gratis),” ujarnya saat ditemui di Proyek Tol Jakarta Cikampek Elevated II, Senin (23/9/2019) malam.

Namun menurut Danang, saat masa konsesi habis nanti pada 2044, pemerintah belum tentu juga untuk menarik kembali jalan tol tersebut. Karena bisa saja pemerintah melelngkan kembali kepada Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Hal ini untuk membantu para operator jalan tol ini untuk membangun kembali jalan tol lainya yang secara finansial kurang layak. Hal tersebut tertuang dalam revisi Peraturan Pemerintah No. 15/2005 tentang Jalan Tol untuk mempercepat pembangunan sejumlah ruas jalan tol yang direncanakan.

 Tol

Dengan adanya revisi PP ini, maka apabila konsesi pengelolaan jalan tol telah berakhir dikembalikan kepada pemerintah. Setelah ruas tol tersebut kembali kepada pemerintah, pemerintah dapat melelang kembali operator yang akan mengelola ruas tersebut.

Hal itu dilakukan agar pengelola atau operator dapat membangun kembali jalan tol lainnya yang secara finansial kurang layak. Namun jangan khawatir, pemerintah juga tetap bisa menggratiskan tarif tol Jagorawi meskipun pengelolaannya sudah ditunjuk ke BUJT.

Pasalnya, dalam aturan tersebut pemerintah juga bisa menunjuk atau memberi tugas kepada badan usaha yang 100% sahamnya dimiliki pemerintah untuk mengelola ruas tol tersebut.

“Khusus Jagorawi itu ada aturan Undang-Undang Jalan dan Peraturan Pemerintah tentang jalan tol bersama dengan tiga belas ruas lainnya yang mengatur tentang pemindahan status jalan,” katanya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini