Khusus untuk program vokasi, Kementerian PUPR dalam bekerjasama dengan perguruan tinggi vokasi menekankan pembelajaran empat C yaitu: Communication, Collaboration, Creativity, dan Critical Thinking.
“Intinya mahasiswa harus mampu berpikir kritis, mampu menghubungkan ilmu dengan dunia nyata, menguasai teknologi informasi, berkomunikasi dan berkolaborasi hingga akhirnya melahirkan gagasan inovasi di dunia kerja," ungkap Syarif.
Sebagai informasi, pada tahun 2019 target pelatihan dan sertifikasi sebagian diarahkan untuk pendidikan vokasi yaitu, politeknik, dan perguruan tinggi vokasi. Target Kementerian PUPR untuk program vokasi pada tahun 2019 sebanyak 21 ribu orang dan untuk pada tahun 2020 meningkat hampir dua kali lipatnya yakni sebanyak 48 ribu orang. Program vokasi dapat diikuti oleh mahasiswa yang sudah lulus, akan segera lulus dan yang sedang mengikuti proses pembelajaran.
“Dengan adanya sinergi baik dari akademisi dan dunia swasta, pemerintah juga dapat menyelaraskan visi dalam rangka mewujudkan tenaga kerja konstruksi SDM yang berkualitas, di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur," katanya.

(Dani Jumadil Akhir)