Bos Uniqlo: Inggris Bisa Kembali ke Era Sebelum Margaret Thatcher

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Rabu 25 September 2019 11:32 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 25 20 2109082 bos-uniqlo-inggris-bisa-kembali-ke-era-sebelum-margaret-thatcher-S4utQw5b4V.jpg Brexit (Foto: Reuters)

JAKARTABrexit bisa memicu Inggris menjadi negara yang ‘sakit’ di kawasan Eropa. Hal tersebut diungkapkan oleh miliarder Jepang Tadashi Yanai.

Dalam sebuah wawancara, Bos Uniqlo tersebut menyuarakan keprihatinannya soal Brexit dan imbasnya terhadap kelangsungan bisnis.

Baca Juga: PHK Manufaktur di Inggris Semakin Tinggi

“Jika Brexit benar-benar terjadi, Inggris bisa kembali ke era sebelum Margaret Thatcher,” katanya dilansir dari CNN, Rabu (25/9/2019).

Era yang dimaksud terjadi sepanjang 1970-an yang ditandai dengan kelesuan ekonomi. “UK bisa menjadi negara ‘sakit’ di Eropa. Saya khawatir hal ini terjadi lagi,” imbuh Yanai.

Brexit

Yanai menuturkan, secara praktik Brexit tidak mungkin terjadi karena perbatasan akan goyah dan Inggris memiliki masalah dengan Irlandia Utara dan Skotlandia. “Saya pikir Brexit akan sulit dilakukan bahkan jika Inggris menginginkan itu,” kata dia.

Sebagai informasi, Yanai memiliki Fast Retailing yang tercatat di Bursa saham Jepang. Dia dan keluarganya menguasai 44% saham dan mengantongi kekayaan lebih dari USD30 miliar. Saat ini Yanai menjadi orang terkaya di Jepang.

Baca Juga: PHK Manufaktur di Inggris Semakin Tinggi

Merek dagang Yanai, Uniqlo berusaha bertahan di Inggris beberapa tahun terakhir. Meskipun masih ada 13 toko yang beroperasi di Inggris, rencana ekspansi yang ambisius pada awal 2000-an harus ditahan dan berbalik pada penutupan 16 unit took.

Pada 3 September, Fast Retailing mengumumkan bahwa penjualan toko yang sama di outlet pakaian Uniqlo di Jepang naik 9,9% pada Agustus dari tahun sebelumnya. Meskipun penjualan di Asia tetap kuat, ekspansi AS ditahan setelah Yanai menunda tujuan 2012 untuk membuka 1.000 toko Uniqlo di AS.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini