JAKARTA - PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA), akan mencatatkan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini, Rabu (25/9/2019).
Dari data yang dihimpun Okezone, perusahaan yang bergerak di bidang properti, itu akan melepas sebanyak-banyaknya 461,53 juta saham atau 21,00% dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetor perseroan.
Baca juga: Perdana di Bursa, Saham Optima Metal Sinergi Meroket hingga 68,89%
Pada masa penawaran perseroan akan melepas saham di kisaran Rp200 per saham-Rp220 per saham. Perusahaan menargetkan dapat menghimpun dana sebesar Rp90 miliar - Rp100 miliar dengan melepas saham perdana di Bursa Efek Indonesia.
Sebelumnya, menjadi perusahaan terbuka yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan memperkuat citra perusahaan. Karena, tidak sembarangan perusahaan bisa masuk lantai bursa. Perusahaan harus memenuhi persyaratan good corporate governance (GCG) dan mengikuti tahapan go public.
Baca juga: Perusahaan Besi Bekas Ini Akan Melantai di Bursa
Apa itu go public? Initial Public Offering (IPO) atau disebut dengan istilah Go Public adalah salah satu strategi bagi perusahaan untuk mengembangkan usaha, melakukan ekspansi atau memperkuat pemodalan.
Perusahaan akan memperoleh dana hasil IPO atau penawaran saham perdana dari publik atau masyarakat. Perusahaan yang sudah melakukan IPO dan mencatatkan saham di BEI disebut Perusahaan Tercatat.
Sebelum melakukan IPO, perusahaan harus mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk meminta persetujuan para pemegang saham dalam rangka go public. Setelah mendapat persetujuan, perusahaan akan menunjuk penjamin emisi serta lembaga dan profesi penunjang pasar modal yang terdaftar di Otoritas Jasa Kenuangan (OJK) untuk membantu proses go public.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.