nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Meski Ibu Kota Pindah, Urbanisasi Jakarta Tetap Meningkat 90% pada 2035

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 25 September 2019 18:44 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 25 470 2109294 meski-ibu-kota-pindah-urbanisasi-jakarta-tetap-meningkat-90-pada-2035-bHiyx0DHPR.jpeg Rapat Kerja Pemindahan Ibu Kota (Foto: Okezone.com/Giri)

JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan Jakarta akan tetap menjadi sentral bisnis. Meskipun ibu kota negara (IKN) akan pindah dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

Bahkan menurut Bambang, angka urbanisasi DKI Jakarta akan tetap tinggi. Diperkirakan angka urbanisasi Jakarta akan meningkat hingga 90% pada tahun 2035.

Baca Juga: Ibu Kota Baru 'Diserang' Kabut Asap, Ini Kata Kepala Bappenas

Tak hanya DKI Jakarta, wilayah pulau Jawa secara keseluruhan juga masih akan menarik minat masyarakat luar pulau untuk datang. Diperkirakan perpindahan masyarakat desa ke kota akan mencapai 76 kota.

Infografis pemindahan ibu kota baru

"Pulau Jawa akan lebih pada dan akan jadi Island City yang mana Pulau Jawa jadi daerah perkotaan karena urbanisasi terus meningkat pada tahun 2035 di mana 90% penduduk Jawa bakal tinggal di perkotaan yang mana mencapai 76 juta," ujarnya dalam acara Rapat Kerja dengan Pansus Pemindahan Ibu Kota di Ruang Rapat Komisi II Gedung DPR-RI, Jakarta, Rabu (25/9/2019).

Kendati demikian, dia optimis Indonesia akan berpotensi memiliki pendapatan tinggi pada tahun 2038. Hal ini seiring dengan peningkatan pembangunan ekonomi maupun infrastruktur Indonesia yang terus digenjot.

"Dari saat ini kita akan masuk dalam pendapatan menengah dan kita keluar maju tahun 2038 dan per kapita USD2000," ucap Bambang.

Baca Juga: Ibu Kota Baru 'Diserang' Kabut Asap, Ini Kata Kepala Bappenas

Asalkan lanjut Bambang, angka urbanisasi bisa dikelola dengan baik. Tanpa pengelolaan yang baik justru akan membebani pertumbuhan ekonomi karena akan menyebabkan naiknya angka kemiskinan dan ketimpangan.

"Urbanisasi harus diperhatikan dampak dari perkotaan untuk pendapatan per kapita. Masalahnya di Indonesia pendapatan per kapita di Jawa masih rendah," jelasnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini