nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menanti Sejumlah Data Ekonomi AS, Wall Street Menguat

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 27 September 2019 21:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 27 278 2110270 menanti-sejumlah-data-ekonomi-as-wall-street-menguat-zdIfLL5jJ5.jpg Ilustrasi Wall Street. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street dibuka menguat pada perdagangan Jumat waktu setempat. Pasar saham naik meski masih dibatasi sentimen negatif terkait penyelidikan pemakzulan terhadap Presiden Trump.

Baca Juga: Wall Street Ditutup Melemah Imbas Ketegangan Politik di AS

Selain itu, komentar optimis dari Menteri Luar Negeri China Wang Yi membantu menopang pasar saham secara global, karena investor menunggu putaran baru pembicaraan perdagangan antara Washington dan Beijing di bulan depan.

wall street

Penguatan Wall Street juga karena sentimen positif menjelang pengumuman sejumlah data ekonomi pada hari ini. Di mana hal tersebut akan memberikan isyarat lebih lanjut tentang kekuatan AS di tengah perang dagang yang berkepanjangan.

Baca Juga: Negosiasi Dagang AS-China Lancar, Wall Street Perkasa

Indeks Dow Jones naik 60 poin, atau 0,22%. S&P 500 naik 8,25 poin atau 0,28% dan Nasdaq naik 17,75 poin, atau 0,23%. Demikian dikutip dari Reuters, Jumat (27/9/2019).

Asal tahu saja, pasar saham pada minggu ini sangat rentan terhadap berita utama, seperti pertemuan Sino-AS. Pembicaraan perdagangan dan kerusuhan politik di Washington, hingga pendapatan perusahaan kuartal ketiga.

Adapun pergerakan saham, perbankan utama Wells Fargo & Co naik 2,3%, setelah menunjuk Kepala Bank of New York Mellon Charles Scharf sebagai Chief Executive baru.

Facebook Inc, Netflix dan Amazon.com Inc naik tipis setelah kehilangan antara 2,6% dan 5% sejauh minggu ini. Micron Technology Inc jatuh 6,2% karena memperkirakan laba kuartal pertama di bawah target Wall Street. Perusahaan semikonduktor lainnya, Advanced Micro Devices Inc. (AMD.O), Nvidia Corp (NVDA.O) masing-masing turun sekitar 1%.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini