Ekonomi Indonesia Dibayangi Resesi? Simak 5 Faktanya

Rizqa Leony Putri , Jurnalis · Senin 30 September 2019 08:06 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 28 20 2110522 ekonomi-indonesia-dibayangi-resesi-simak-5-faktanya-aIHkCUvlri.jpg Ilustrasi Pelemahan Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Kondisi perekonomian global masih dibayangi resesi. Bahkan perekonomian Indonesia disebut-sebut terancam resesi akibat gonjang-ganjing ekonomi global.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku tidak khawatir terkait ancaman resesi terhadap ekonomi global. Karena yang terpenting adalah pemerintah bisa menjaga dengan baik fundamental ekonomi.

Namun bukan berarti pemerintah akan mengabaikan kondisi global. Pemerintah justru juga akan mewaspadai perkembangan ekonomi global yang dapat mempengaruhi ekonomi nasional.

"Agar makro policy kita sound dan timely appropriate. Tekanan ketidakpastian global harus terus diwaspadai meski tak perlu khawatir," ujarnya saat ditemui di Djakarta Theater, Jakarta.

Baca Juga: Sri Mulyani Wajibkan BI hingga OJK Ada di Ibu Kota Baru

Menurut wanita yang kerap disapa Ani itu, sejak krisis ekonomi global pada 2008-2009 lalu, ekonomi dunia belum sepenuhnya sehat. Hal ini dibuktikan dengan masih belum stabilnya ekonomi dari negara-negara di dunia, bahkan ada yang sampai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit lebih dalam lagi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun turut mengingatkan soal resesi yang genting ini. Berikut fakta-fakta menarik yang dirangkum Okezone soal Jokowi yang mengingatkan tentang resesi.

1. Jokowi ingin Indonesia persiapkan diri

Presiden Joko Widodo mengingatkan soal pergerakkan ekonomi global yang diambang resesi. Jokowi mengatakan, kondisi ekonomi global pada saat ini masih belum stabil. Ketidakpastian global masih membayang-bayangi perekonomian Indonesia.

“Sudah sering saya katakan bahwa ekonomi dunia penuh dengan ketidakpastian, perang dagang, tekanan eksternal baik berupa kemungkinan potensi resesi sudah mulai dihitung oleh para pakar,” ucapnya saat membuka acara Munas HIPMI ke-16 di Hotel Sultan, Jakarta.

"Oleh sebab itu kita harus persiapkan diri agar tak terkena dampak," lanjutnya.

Jokowi Pakai Baju Adat Sasak, JK Pilih Baju Adat Betawi

2. Resesi akan terjadi 1,5 tahun lagi

Jokowi mengingatkan kepada para pengusaha untuk bersiap diri menghadapi resesi ekonomi global. Menurut Jokowi, resesi ekonomi global diperkirakan akan datang dalam jangka waktu 1,5 tahun ke depan.

"Kemungkinan potensi resesi 1,5 tahun yang akan datang mulai dikalkulasi, dihitung-hitung dan beberapa negara sudah masuk proses resesi ekonomi,” ujarnya dalam acara Munas Hipmi ke-16 di Hotel Sultan, Jakarta.

Baca Juga: Bappenas: Pembangunan Ibu Kota Baru Jadi Penahan Dampak Resesi Ekonomi Global

3. Harus pintar mengambil peluang

Menurut Jokowi, dalam menghadapi ancaman resesi ekonomi ini, para pengusaha juga harus bisa mengambil peluang. Sehingga bisa berdampak pada perekonomian negara secara keseluruhan.

“Oleh sebab itu kita harus mempersiapkan diri dan kita mampu mengambil peluang yang ada sehingga menguntungkan negara kita," ucapnya.

4. Resesi disebabkan perang dagang AS-China

Jokowi menyebut ketidakstabilan ekonomi global disebabkan oleh beberapa hal. Misalnya masalah perang dagang antara Amerika Serikat dengan China yang hingga saat ini masih belum juga mereda.

“Ekonomi dunia penuh dengan ketidakpastian, perang dagang, tekanan eksternal baik berupa kemungkinan potensi resesi sudah mulai dihitung oleh para pakar,” katanya.

Baca Juga: Dihantui Resesi, 5 Investasi Ini Bisa Jadi Pilihan

5. Beberapa negara sudah alami resesi

Jokowi juga mengatakan, beberapa negara saat ini sudah mengalami resesi, di antaranya Turki, Argentina, hingga Meksiko. Kemudian ada beberapa negara yang diprediksi akan mengalami resesi susulan.

Bahkan negara-negara adidaya seperti Amerika Serikat hingga China yang berada dalam bayang-bayang resesi. “Beberapa negara sudah masuk dalam proses resesi ekonomi. Oleh sebab itu kita harus persiapkan diri agar tak terkena dampak,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini