Dia menjelaskan, semua isu yang menjadi sorotan itu hanya sepotong. Padahal dari kondisi defisit, belanja negara, aset negara, hingga perpajakan yang menjadi penerimaan negara, merupakan satu kesatuan yang harus dipahami secara utuh.
Dirinya mengibaratkan seperti kisah dalam dongeng 1001 malam. "Ibarat dongeng itu, APBN kalau diceritakan dari hari pertama hingga hari ke 1.001 enggak ada habisnya," imbuh dia.
Seperti dalam metafora yang diberikan Sri Mulyani, dimana sang raja dan putri saling jatuh cinta karena setiap malam terus berkomunikasi melalui bercerita, demikian pula generasi muda harus terus mengkomunikasikan mengenai APBN setiap harinya kepada masyarakat luas.

Dalam kisah itu, Sang Putri Scheherazade yang ingin dibunuh oleh Raja Shahryar memiliki kecerdikan untuk menundanya dengan berkisah cerita menarik setiap malam. Kisahnya selalu bersambung setiap malam hingga 3 tahun atau 1001 malam, yang pada akhirnya membuat sang raja mengurungkan niat untuk membunuh sang putri.
"Saya ingin kalian menjadi pencerita yang baik, seperti putri dalam kisah dalam 1001 malam, menyampaikan terus-menerus, sehingga rakyat Indonesia tahu tentang apa APBN itu secara utuh," ungkapnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.