JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menginginkan peran generasi muda bisa lebih terlibat dalam menyampaikan secara luas mengenai pengelolaan keuangan negara. Mengingat perkembangan teknologi membuat penyebaran informasi menjadi sangat terbuka.
Namun informasi yang disampaikan haruslah utuh dan benar terkait APBN, lantaran menurutnya banyak informasi mengenai pengelolaan uang negara yang disampaikan secara sepotong-sepotong. Hal ini bisa menghilangkan makna dari fungsi APBN seutuhnya.
Baca juga: Sri Mulyani Sarankan Orang Tua Batasi Gadget untuk Anak, Begini Nasihatnya!
"Kalian harus kalian masuk sebagai duta yang menjelaskan APBN itu apa dan bagaimana," ujar Sri Mulyani dalam acara Olimpiade APBN 2019 yang diikuti beragam siswa SMA, di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (1/10/2019).
Dirinya menjelaskan, informasi yang sepotong-sepotong itu sering kali dijadikan berbagai pihak untuk memberikan pengertian yang salah. Pada akhirnya membuat masyarakat bingung dan resah.
Seperti soal utang, yang dinilai terus bertambah tanpa diketahui itu untuk menambal defisit karena memenuhi belanja negara. Selain itu, ada pula isu terkait pajak maupun bea cukai yang terus menjadi sorotan secara sepotong.
"Ada yang bilang, Indonesia sudah merdeka tapi apa-apa dipajaki, harusnya merdeka dari pajak juga. Anak-anak muda juga komentar kopernya kok diperiksa-periksa bea cukai, jastip kok sekarang di oprek-oprek. Aset negara banyak kok enggak bermanfaat ke masyarakat, kekayaan kan melimpah harusnya hidup Indonesia melimpah dan sebagainya," curhatnya.