nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Demo Buruh, Sri Mulyani Minta Dilakukan dengan Tertib dan Tidak Anarkis

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 02 Oktober 2019 12:58 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 02 320 2111914 demo-buruh-sri-mulyani-minta-dilakukan-dengan-tertib-dan-tidak-anarkis-vfj16iSwVO.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/Giri)

JAKARTA - Massa yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) hari ini menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR RI dan Istana Negara, Jakarta. Diperkirakan aksi tersebut diikuti sebanyak 50.000 buruh.

Menanggapi hal itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai aksi demo boleh saja dilakukan asalkan dengan tertib. Jangan sampai ada fasilitas umum yang rusak akibat aksi demo tersebut.

Baca Juga: Ini Alasan Pengemudi Ojek Online Tak Mau Ikut Demo Buruh

“Saya berharap semua elemen masyarakat, apapun pandangan dan perbedaannya, semuanya disampaikan dalam satu koridor yang tertib, yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (2/10/2019).

Dirinya pun menyebut jika perbedaan pendapat merupakan sebuah kewajaran. Apalagi kebebasan berpendapat juga juga tertuang dalam peraturan perundang-undangan.

Demo Buruh

“Dalam demokrasi ada perbedaan, oleh karena itu kita punya demokrasi, jadi kalau ada aspirasi dan perbedaan saya rasa itu adalah wajar, namun saya harap semuanya tetap diwadahi dalam proses ekspresi, aspirasi, politik yang baik, yang tidak anarkis, tidak merusak. Karena ini milik kita bersama,” jelasnya.

Baca Juga: Ini Tiga Tuntutan Buruh yang Menggelar Demo di DPR

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyebutkan, sebagai negara demokrasi pemerintah membebaskan siapa saja untuk menyampaikan aspirasinya. Namun penyampaian aspirasi juga memiliki koridor hukum yang harus dipatuhi.

“Indonesia adalah negara demokrasi yang sudah kita sepakati bersama dengan aturan-aturan yang sudah disepakati bersama,” jelasnya.

Menurut Sri Mulyani, jika aksi demo dilakukan dengan cara merusak fasilitas publik maka sama saja dengan merusak diri sendiri. Karena fasilitas publik juga dibangun dengan uang rakyat.

“Apapun yang kita rusak, itu merusak diri sendiri,” ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini