nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Para Bos BUMN Terlibat Korupsi, Sri Mulyani: Itu Pengkhianatan

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 04 Oktober 2019 12:18 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 04 320 2112823 para-bos-bumn-terlibat-korupsi-sri-mulyani-itu-penghianatan-QH3LPZl3Xe.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/Yohana)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyayangkan banyaknya petinggi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tertangkap Komisi Pemberantas Korupsi (KPK). Teranyar, direksi Perum Perikanan Indonesia (Perindo) dan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Inti).

Dia menyatakan, semakin meningkatnya jumlah suntikan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Penyertaan Modal Negara (PMN), seharusnya turut dibarengi dengan membaiknya integritas dan tata kelola keuangan BUMN.

Baca Juga: Dirut Jadi Tersangka KPK, Perum Perindo Dipimpin Plt Farida Mokodompit

"Bukannya semakin tergoda terhadap suatu aset atau kekayaan atau keuangan. Itu bukan kita itu adalah uang rakyat yang harus dikelola," ujar Sri Mulyani di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (4/10/2019).

KPK

Sri Mulyani mengatakan, sikap integritas petinggi BUMN merupakan elemen yang sangat penting dalam mengelola aset negara yang sangat besar. Dengan adanya kasus korupsi yang dilakukan oleh oknum-oknum petinggi BUMN, menurutnya, berimbas buruk karena dapat merusak citra seluruh perusahaan pelat merah.

Baca Juga: Sederet Bos BUMN Tersandung Kasus Korupsi di 2018, dari Krakatau Steel hingga AP II

"Ini kan merupakan suatu reputasi yang berat. Karena buat mereka yang jujur dan berkomitmen, itu (korupsi oleh oknum BUMN) merupakan suatu pengkhianatan," katanya.

Oleh sebab itu, Sri Mulyani menilai perbaikan kontrol di internal perusahaan sangat diperlukan guna meningkatkan kepatuhan setiap pegawai. Selain itu, peranan bagian pengawas internal juga perlu diperkuat.

Dengan perbaikan tersebut, diharapkan tindak korupsi tidak menjadi suatu hal yang biasa di kalangan petinggi BUMN. "Saya rasa kita semua semestinya belajar dari situasi itu. Jadi kita semua juga mesti terus meningkatkan perbaikan," kata dia.

Untuk diketahui, KPK menetapkan Direktur Utama Perindo Risyanto Suanda sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap kuota impor ikan tahun 2019, pada Selasa 24 September 2019. Kemudian Direktur Utama PT Inti Darman Mappangara sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap antar-BUMN pada Rabu 2 Oktober 2019.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini