nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani Bakal Temui UEA, Sang Investor Ibu Kota Baru

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 04 Oktober 2019 21:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 04 470 2113098 sri-mulyani-bakal-temui-uea-sang-investor-ibu-kota-baru-8BWGmpG029.jpg Sri Mulyani Temui UEA, Sang Investor Ibu Kota Baru (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Niat investor Uni Emirat Arab (UEA) untuk ikut investasi pemindahan ibu kota baru semakin serius. Bahkan dalam waktu dekat, pihak investor UEA akan bertemu langsung dengan perwakilan pemerintah

 Baca Juga: UEA Minat Investasi di Ibu Kota Baru, Ini Skemanya

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pekan depan pihak UEA akan bertemu dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Pertemuan tersebut untuk membahas bagiaman skema yang tepat untuk diterapkan.

“Bagus Jadi kita godok nanti sovereign wealth fund (SWF)-nya ini, kemarin Presiden sudah kasih arahan. Nanti Bu Ani (Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati), besok Minggu depan itu akan datang timnya kemari, nanti ketemu dengan tim kami. kemudian ketemu dengan Bu Ani, nanti kita finalisasi, Bu Ani nanti akan ke Abu Dhabi untuk finalisasi,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, Jakarta, Jumat (4/10/2019).

 Baca Juga: Lahan Ibu Kota Baru Belum Bisa Dieksekusi, Kenapa?

Menurut Luhut, skema investasi ibu kota baru ini diharapkan bisa segera rampung, sehingga pada 13 Januari 2020, investasi untuk ibu kota baru ini bisa segera berjalan. Menurut Luhut, nantinya jika skema tersebut berjalan, uang yang didapat dari UEA ini akan menjadi private equity pemerintah.

"Jadi pemerintah chip in nanti, mungkin brownfield project yang sudah ada, mereka taro uang," ucapnya.

 Sri Mulyani

Menurut Luhut, selain dari UEA, ada juga investasi yang didapat dari Amerika Serikat. Nanti sama seperti UEA, investasi tersebut nantinya akan masuk menuju private equity dari pemerintah.

“Nanti bisa jadi juga Amerika IFDC-nya juga menaro duit sehingga itu nanti bisa seperti equity bisa seperti juga cadangan nasional. bisa juga nanti untuk membangun ibu kota,” katanya.

Namun menurutnya, untuk sementara waku pemerintah tengah fokus pada investor asal UEA. Setelah sukses baru pemerintah segera melirik Amerika Serikat.

“Yang jelas itu sekarang Indonesia dan Uni Emirat Arab dulu. Tapi UEA dan Amerika juga tidak keberatan untuk masuk di sana,” ucapnya.

Desain Ibu Kota Baru

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini