nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bandung hingga Semarang Kantongi Dana Hibah Perbaiki Sistem Transportasi

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 08 Oktober 2019 13:22 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 08 320 2114231 bandung-hingga-semarang-kantongi-dana-hibah-perbaiki-sistem-transportasi-RQ48iOZhhC.jpg Dana Hibah Perbaiki Sistem Transportasi (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan menandatangani nota kesepakatan (MoU) Sinergi Perencanaan dan Pelaksanaan Pembangunan Pilot Project Sustainable Urban Transport Programme Indonesia (Sutri Nama) dan Indonesia Bus Rapid Transit Corridor Development Project (Indobus) dengan lima Pemerintah Daerah di Indonesia.

Penandatanganan ini dilakukan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi bersama dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Wakil Wali Kota Semarang, Wali Kota Makassar, Wali Kota Batam, Wali Kota Pekanbaru.

 Baca Juga: Wapres JK: Sistem Transportasi Indonesia Paling Lengkap

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan, ada lima kota percontohan awal yang akan mendapatkan dana hibah tersebut sesuai kebutuhan. Di antaranya adalah Bandung, Semarang, Makassar, Pekanbaru dan Batam.

Kerjasama ini juga merupakan tindak lanjut dari kesepakatan kerja sama Kemenhub dengan Pemerintah Jerman, Pemerintah Inggris dan Pemerintah Swiss yang memberikan dana hibah sebesar 21 juta euro untuk membangun transportasi perkotaan dan menurunkan emisi gas rumah kaca.

 Baca Juga: Potret Kejayaan Becak Tahun 1953, Kini Tinggal Kenangan

"Hari ini kita tanda tangan lima kota/provinsi yang percontohan untuk program Indobus dan Sutri Nama. Jadi bantuan dari pemerintah Jerman dan Swiss, selain kajian juga adalah menyangkut masalah dananya," ujarnya di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Selasa (8/10/2019).

 Sutri Nama

Menurut Budi, nantinya program ini akan menggunakan skema buy the service yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas angkutan umum. Selain itu, ini juga dilakukan untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

"Sekarang pertumbuhan kota-kota ini kan selalu diiringi dengan kemacetan kemacetan. Kedua adalah soal polusi udara atau efek gas rumah kaca," katanya.

Oleh karena itu lanjut Budi, sudah saatnya komitmen Indonesia untuk memperbaiki angkutan umum. Misalnya dari sisi perbaikan hingga sosialisasi tentang pentingnya menggunakan teansportasi masal.

"Nanti pada 2020 akan lebih masif lagi pelaksanaannya. Tidak hanya perbaikan kualitas tapi mindset, mengedukasi masyarakat, untuk pakai angkutan umum," ucapnya.

 Metromini

Sebagai gambaran, Sutri Nama disebut merupakan program untuk mengatasi tantangan transportasi perkotaan seperti pertumbuhan penduduk kota dan jumlah kendaraan bermotor, melalui paduan pengembangan kapasitas dan pembiayaan.

Proyek ini akan mengembangkan mekanisme pembiayaan, pemantauan lingkungan dan mempersiapkan program-program transportasi kota di kota-kota percontohan. Mekanisme pembiayaan yang berkelanjutan akan dikembangkan untuk membangun transportasi perkotaan seperti pengembangan sistem bus, manajemen parkir dan transportasi tidak bermotor termasuk fasilitas pejalan kaki dan jalur sepeda.

Sementara itu, Indobus adalah program yang akan mempercepat pembangunan transportasi perkotaan termasuk dalam mempersiapkan standar nasional untuk sistem Bus Rapid Transit (BRT) dan pelaksanaannya di kota-kota percontohan. Sistem BRT sendiri akan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan setiap kota dan akan dijadikan sebagai acuan untuk pembangunan sistem BRT di kota-kota lain di Indonesia.

 Metromini

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini