nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bandung Juara Macet, Ridwan Kamil Akan Berlakukan Ganjil Genap?

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 08 Oktober 2019 16:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 08 470 2114329 bandung-juara-macet-ridwan-kamil-akan-berlakukan-ganjil-genap-OOsjUnFdqk.jpg Jalan (Okezone)

JAKARTA - Bandung jadi kota termacet RI mengalahkan DKI Jakarta berdasarkan survei terbaru Asian Development Bank (ADB). Di tingkat Asia, Bandung berada di urutan ke-14 kota termacet berada di atas DKI Jakarta yang berada di urutan ke-17, lalu Surabaya di urutan 20.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, untuk mengatasi kemacetan di Bandung pihaknya tengah menyiapkan beberapa kebijakan. Misalnya adalah kebijakan ganjil genap.

 Baca juga: Bandung Jadi Kota Termacet di RI, Kang Emil: Warga Jangan Manja

Menurut pria yang kerap disapa Emil, kebijakan ganjil genap ini bisa menjadi salah satu kebijakan andalan untuk mengurangi kemacetan di Bandung. Apalagi, kebijakan ini sudah terbukti dan teruji mengurangi kemacetan di Jakarta.

 Macet

"(Termasuk ganjil genap) semua yang baik-baik kita praktikkan," ujarnya saat ditemui di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Selasa (8/10/2019).

 Baca juga: Atasi Kemacetan Puncak Bogor, Kemenhub Buka Jalur Baru dari Jonggol-Citeurep

Di sisi lain, lanjut Emil, pihaknya juga tengah mempersiapkan beberapa infrastruktur transportasi umum yang nyaman dan murah. Karena menurutnya, transportasi publik adalah hal yang utama untuk mengatasi masalah kemacetan.

Mantan Walikota Bandung itu menambahkan, bila kualitas transportasi publik sudah baik, diyakini masyarakat akan mau berpindah dari kendaraan pribadi. Salah satu contohnya adalah dengan adanya MRT di Jakarta atau KRL di Jabodetabek.

“Termasuk memperbanyak jalur-jalur kereta api, jalur pejalan kaki. Dalam 5 tahun saya memperbaiki jalur se-Jawa Barat di 27 kota/kabupaten supaya jangan manja dikit-dikit naik kendaraan pribadi," ujarnya

Memang lanjut Emil, kondisi ekonomi saat ini ternyata memungkinkan masyarakat lebih mudah membeli kendaraan pribadi. Karena semakin baik ekonomi daya beli juga akan meningkat.

"Ekonomi makin bagus, orang beli mobil tapi kendaraan memenuhi jalan (seharusnya) yang secukupnya. Maka di mana mana transportasi publik," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini