Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penjualan Eceran Tumbuh Lambat, Ada dengan Daya Beli Masyarakat?

Yohana Artha Uly , Jurnalis-Rabu, 09 Oktober 2019 |12:30 WIB
Penjualan Eceran Tumbuh Lambat, Ada dengan Daya Beli Masyarakat?
Pasar Tradisional. (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan penjualan eceran pada Agustus 2019 tumbuh melambat. Penurunan penjualan itu terjadi pada sebagian besar kelompok penjualan.

Berdasarkan data survei yang dirilis BI, Rabu (9/10/2019), Indeks Penjualan Riil (IPR) Agustus 2019 hanya tumbuh 1,1% (year on year/yoy), lebih rendah dibandingkan dengan IPR Juli 2019 yang tumbuh sebesar 2,4% yoy.

Baca Juga: BI: Penjualan Eceran Tetap Tumbuh 6,7% pada April 2019

Pertumbuhan itu, utamanya ditopang oleh kelompok perlengkapan rumah tangga lainnya yang tumbuh 8,3% dari bulan sebelumnya tumbuh 4%. Pada kelompok ini, penjualan yang mengalami peningakatan tertinggi yakni barang elektronik selain audio/video dan perabot rumah tangga.

Kemudian kelompok makanan, minuman dan tembakau masih tercatat tumbuh 0,3%, namun melambat dari pertumbuhan Juli 2019 yang mampu sebesar 2,7%. Lalu penjualan pada kelompok suku cadang dan aksesori tercatat sebesar 23%, melambat dari penjualan bulan sebelumnya yang sebesar 23,5%.

Pasar

Pertumbuhan penjualan pada empat kelompok lainnya bahkan mengalami kontraksi. Penjualan kelompok bahan bakar kendaraan bermotor tercatat terkontraksi -5,9%, namun membaik dari Juli 2019 yang tumbuh -7,7%.

Kemudian kelompok peralatan informasi dan komunikasi terkontraksi -2,6%, lebih baik dari bulan sebelumnya yang terkontraksi -5,2%. Di sisi lain, kelompok barang budaya dan rekreasi mengalami kontraksi -10,8%, lebih dalam dari Juli 2019 yang sebesar -3,9%.

Baca Juga: BI: Penjualan Eceran Juli 2019 Tumbuh 2,4%

Begitu pula dengan kelompok barang lainnya, yang pada Agustus 2019 tercatat terkontraksi -3,1%, padahal pada Juli 2019 masih mampu tumbuh 6,1%.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement