nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3 Generasi di Balik Sukses Konglomerasi Bisnis Djarum

Widi Agustian, Jurnalis · Rabu 09 Oktober 2019 12:48 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 09 320 2114689 3-generasi-di-balik-sukses-konglomerasi-bisnis-djarum-dGEfCMOjuD.jpg Konglomerasi Bisnis Djarum (Foto: Forbes)

JAKARTA - PT Djarum sekarang ini ibarat kupu-kupu dengan sayap yang sangat indah. Dahulu, kondisi perusahaan ini bak ulat yang tengah berproses menjadi kepompong. Siapa sangka, dulu perusahaan dari Kudus, Jawa Tengah, ini nyaris bangkrut.

Kini, Djarum telah bermetamorfosa menjadi konglomerasi dengan jaring bisnis yang telah merajalela. Arti Djarum sekarang ini telah lebih dari sekadar pabrik rokok Kudus.

 Baca Juga: Bos Djarum Jadi Orang Terkaya Indonesia, Kekayaannya Meroket Rp401 Triliun dalam 10 Tahun

Sejak berdiri pada awal 1950-an, paling tidak Djarum sekarang ini telah diurus oleh tiga generasi.

Djarum didirikan oleh Oei Wie Gwan. Dia membeli pabrik rokok bernama Djarum Gramophon. Awalnya, pabrik rokok yang dijalankan Oei ini hanya memiliki 10 pekerja, proses mencampur cengkih dan tembakau juga dilakukan secara sederhana.

Pada 1963, pabrik rokoknya mengalami kebakaran yang hampir menghancurkan perusahaan. Oei Wie Gwan pun meninggal dunia pada tahun yang sama.

Oei memiliki dua orang putra, Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono. Di tangan Michael dan Budi ini, usaha rokok Djarum kian maju.

 Baca Juga: Bos Djarum Sabet Predikat Miliarder Terkaya 10 Tahun Berturut-turut

Bahkan, Djarum kini menjadi salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia. Dan tentunya menghasilkan banyak pundi-pundi untuk Michael dan Budi.

 Hartono

Bahkan, Hartono bersaudara didaulat menjadi sosok terkaya di Indonesia. Kekayaannya mencapai USD37,1 miliar atau setara Rp519,4 triliun (kurs Rp14.000/USD).

Lebih dari dua per tiga kekayaannya berasal dari investasinya di PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). BCA dibeli Hartono dari Grup Salim saat terjadi krisis ekonomi di Asia pada 1997-1998.

Tidak cuma itu, bisnis keluarga pemilik Djarum kian berkembang. Brand elektronik Polytron juga merupakan milik keluarga ini. Konglomerasi ini juga ekspansi di sektor properti di Jakarta serta memiliki saham di startup gaming Razer. Keluarga ini juga kini ekspansi di bisnis berbasis internet, seperti e-commerce dan beragam lainnya.

Perusahaan rokok Djarum sendiri kini dikendalikan oleh putra Budi yang bernama Victor Rachmat Hartono. Victor juga memegang jabatan Presiden Direktur Djarum Foundation.

Putra Budi yang lain, Martin Basuki Hartono yang mengendalikan bisnis keluarga yang berbasis internet. Dia menjabat sebagai CEO Global Digital Prima (GDP) Ventures yang rajin investasi di sejumlah startup.

Sementara putra Budi Hartono, Armand Wahyudi Hartono fokus berada di BCA. Armand saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur BCA.

 Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini