nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menteri Jonan: Kalau PLN Mau Umurnya Panjang, Jangan Blackout Lagi

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 09 Oktober 2019 15:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 09 320 2114800 menteri-jonan-kalau-pln-mau-umurnya-panjang-jangan-blackout-lagi-yLZwMey5Fh.jpg Menteri ESDM Ignasius Jonan (Okezone)

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meminta kepada PT PLN (Persero) untuk menjaga reputasi perusahaan di mata pelangan. Misalnya dengan cara menjaga pasokan listrik agar tidak terjadi blackout lagi seperti beberapa waktu lalu.

Menurut Jonan, jika sampai kejadian blackout maka nama PLN bisa jatuh di mata pelanggan. Selain itu, PLN juga bisa dilanda kebangkrutan karena harus membayar ganti rugi kepada pelanggan.

 Baca juga: Menteri Jonan Pertanyakan PLN Tak Ramaikan Kendaraan Listrik

"Kalau PLN mau umurnya panjang, saya harap bisa jaga reputasi agar tak kembali blackout," ujarnya dalam acara Hari Listrik Nasional di JCC Senayan, Rabu (9/10/2019).

 Pembangkit

Menurut Jonan, PLN harus belajar dari beberapa perusahaan-perusahaan di luar negeri yang selalu mengutamakan kepuasan dan pelayanan kepada pelanggan. Dirinya pun bahkan mempunyai pengalaman pribadi ketika ada kunjungan kerja ke luar negeri.

 Baca juga: Potret Sistem Kelistrikan di Wamena Pasca-Aksi Massa

Ketika itu dirinya tengah makan malam di Italia. Saat sedang asik makan, tiba-tiba ada salah satu pelanggan yang mengalami kolaps dan harus segera dilarikan ke rumah sakit.

Menurut Jonan untuk mengundang ambulan saja harus membayar uang sebesar 10 ribu euro. Karena saat itu dirinya sedang bersama dengan pelanggan yang kolaps itu, maka dirilnyalah yang harus membayarkan uang ambulance serta membayar uang makan

 Baca juga: Jadi Pelanggan Prioritas, BATAN Peroleh Pasokan Listrik Premium

“Saya harus panggil ambulans, setelah cek darah, ok mungkin kurang tidur istirahat. Kalau di negara maju ini panggil ambulans itu tagihannya mungkin sampai 10 ribu euro,” ucapnya.

Namun menurut Jonan, ketika dirinya hendak membayar ambulans, tiba tiba sang pemilik kafe justru menolaknya. Sang pemilik kafe mengaku akan mengganti uang ambulans sebesar 10 ribu euro.

“Saya mau bayar karena paling dewasa, Manajer itu bilang jangan itu tanggung jawab kami. Ini adalah soal reputasi rumah makan saya, kalau sampai mengalami sakit atau kolaps di rumah makan kami, nanti kalau tidak dibantu itu reputasi restoran ini jadi kurang baik,” jelasnya.

Lagipula lanjut Jonan, uang 10 ribu eori tidak ada apa-apannya dibanding pendapatan yang akan didapat olehnya. Khusus untuk rombongan kerjannya saja, makan di resto itu mengeluarkan uang ratusan euro.

“Kita makan berapa puluh orang itu berapa ratus euro, ambulans, itu 10 ribu euro, kami menjaga reputasi restoran bukan untung. Restoran itu sudah 120 tahun, Jadi kalau mau jaga reputasi pak. Padahal manajernya itu perempuan, kayak Bu Nicke waktu masih muda,” jelas Jonan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini