nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Negosiasi Kilang Cilacap, Pertamina dan Aramco Masih Bahas Valuasi

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 09 Oktober 2019 16:25 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 09 320 2114819 negosiasi-kilang-cilacap-pertamina-dan-aramco-masih-bahas-valuasi-qVngoKZOC8.jpg Kilang minyak (Reuters)

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) masih belum sepakat terkait proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Cilacap dengan Saudi Aramco. Pasalnya, pertamina masih melakukan pembahasan valuasi kilang Cilacap.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, pembahasan masih terus berlangsung. Diharapkan pembahasan terkair nilai valuasi ini bisa rampung pada akhir tahun.

 Baca juga: Pertamina-Saudi Aramco Sepakat Lanjutkan Proyek Kilang Cilacap

“Betul ya kita tunggu saja hasilnya. Diharapkan tahun ini sudah selesai kita harapkan,” ujarnya saat ditemui di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (9/10/2019).

 Kilang Minyak

Menurut Nicke, memang valuasi dari kilang Cilacap ini semula ditargetkan rampung September yang lalu. Namun karena negosiasi harga tak kunjung mendapatkan kata sepakat sehingga kesepakatan pun harus ditunda.

 Baca juga: Pertamina-Saudi Aramco Berpotensi 'Cerai' Garap Kilang Cilacap

Namun, Nicke tetap optimistis jika pembahasan terkait valuasi ini bisa selesai tahun ini. Sebab, kata Nicke tahun depan Pertamina harus sudah memulai pembahasan desain pengembangan.

Menurut Nicke dalam proses negosiasi, perseroan menunjuk valuator independen yang harapannya bisa menengahi perbedaan pandangan terkait besaran valuasi antara Pertamina dan Aramco.

"Masih belum selesai negosiasi harganya, valuasinya masih belum selesai. Kita sudah menunjuk pihak ketiga tetapi belum selesai kajiannya," ucapnya

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan Pertamina dan Saudi Aramco belum sepakat terkait nilai valuasi dan spin off proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Cilacap. Perjanjian pembentukan perusahaan patungan (join venture development agreement/JVDA) proyek ini pun diperpanjang hingga 31 Oktober mendatang.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar menjelaskan diskusi mengenai kerja sama pengembangan Kilang Cilacap antara kedua belah pihak terus berlangsung. Namun kedua perusahaan masih berkutat menyelesaikan perhitungan valuasi aset.

Perpanjangan JVDA tersebut adalah ketiga kalinya bagi kedua perusahaan. Sebab, JVDA antara Pertamina dan Saudi Aramco untuk Kilang Cilacap seharusnya berakhir pada September lalu. “Evaluasi masih berjalan. Penyiapan data dan lain-lain, untuk menghitung angka keekonomiannya,” ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini