nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Potensi Pajak Rp2.000 Triliun Bisa Tercapai, asal...

Adhyasta Dirgantara, Jurnalis · Kamis 10 Oktober 2019 17:34 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 10 20 2115319 potensi-pajak-rp2-000-triliun-bisa-tercapai-asal-FH79mm3Aul.jpg Target Penerimaan Pajak (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Target penerimaan negara dari pajak tahun ini mencapai Rp1.786 triliun. Jumlah ini terus meningkat, terutama dalam 5 tahun terakhir.

Namun, sebenarnya potensi penerimaan negara dari pajak tidak hanya sebatas Rp1.700-an triliun saja. Hal ini diungkapkan oleh praktisi bisnis Roy Sembel. Dia mengatakan sebenarnya Indonesia bisa mendapat penerimaan pajak di atas Rp2.000 triliun.

"Kenaikan sudah terjadi, tapi potensinya belum tercapai. Baru Rp1.700-an triliun padahal harusnya Rp2.000-an triliun," kata Roy di Restoran Tjikinii Lima, Kamis (10/10/2019).

 Baca Juga: Kesadaran Bayar Pajak Masih Minim, Realisasi Belum Maksimal

Menurutnya, Ditjen Pajak saat ini sudah menjalankan program dengan baik untuk memperbaiki kenaikan target penerimaan pajak. Sayangnya, mereka masih perlu bekerja lebih keras lagi.

"Kalau dilihat dari angka, ada perbaikan (penerimaan pajak) soalnya naik. Tapi perbaikan itu belum cukup. Masih ada ruang untuk perbaikan yang lebih besar lagi. Asal kita ketemu orang dan strategi yang lebih pas. Sekarang udah jalan programnya, tapi masih ada ruang yang lebih luas lagi," tuturnya.

 Baca Juga: Penerimaan Pajak Bisa Tembus Rp2.000 Triliun?

Untuk menambah potensi penerimaan pajak di tahun ke depannya, Roy memberikan beberapa saran strategi. Yang pertama adalah memanfaatkan teknologi digital dan mobile.

"Yang pertama memanfaatkan teknologi digital dan mobile karena aksesnya di digital begitu besar. Lebih banyak dari orang yang punya rekening di bank. Dengan begitu lebih cepat aksesnya melaluo virtual daripada mengakses ke bank," saran Roy.

 Pajak

Selain itu, dia juga menyarankan program repatriasi aset-aset luar negeri. Hal ini dilakukan agar aset-aset tersebut bisa masuk ke Indonesia untuk menambah pemasukan pajak negara.

"Yang kedua tentang program repatriasi aset-aset luar negeri dengan pendekatan persuasif. Jadi diberikan insentif, dengan demikian daripada aset-aset pergi ke luar negeri, mending ditarik ke dalam negeri. Itu bisa untuk meningkatkan perpajakan jadinya," katanya.

Selanjutnya, Roy mengatakan, kalau harus melihat simplifikasi proses perpajakan. Meski demikian, orang nomor satu di sektor perpajakan lah yang harus mengutarakan ide-ide briliannya.

"Kita liat ada simplifikasi dari proses perpajakan. Yang kayak gitu yang bisa dipertimbangkan sebagai strategi Dirjen Pajak ke depannya. Tapi tetap orang nomor 1 Indonesia yang harus menyampaikan ide-ide brilian. Dia lebih tahu opportunity yang bisa terjadi," katanya.

 Pajak

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini