nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Negosiasi Dagang AS-China Berlanjut, Wall Street Menguat

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Kamis 10 Oktober 2019 07:28 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 10 278 2115040 negosiasi-dagang-as-china-berlanjut-wall-street-menguat-CH3rI1cyo2.jpg Bursa saham Wall Street ditutup menguat (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Wall Street ditutup menguat pada perdagangan 9 Oktober 2019. Investor bursa saham Amerika Serikat (AS) masih berharap perundingan dagang AS-China menemukan titik terang.

Tiga indeks utama menguat namun penguatan mereda menjelang penutupan perdagangan. Bursa AS merespons sikap pejabat China yang mengatakan niat baiknya telah dirusak oleh Departemen Perdagangan AS.

Baca juga: Persaingan Perusahaan Penjual Pizza di Wall Street Kian Ketat

Pasar saham masih mendapat sentimen positif karena sebuah laporan mengatakan China akan tetap terbuka dalam melakukan negosiasi dengan pihak AS.

Secara terpisah, Financial Times mengatakan Beijing menawarkan untuk meningkatkan pembelian tahunan produk pertanian AS.

wall street

"Kesepakatan parsial dengan China setidaknya akan membuka jalan untuk kesepakatan yang lebih besar," kata Tim Ghriskey, kepala strategi investasi di Inverness Counsel di New York.

Melansir Reuters, Kamis (10/10/2019), indeks Dow Jones Industrial Average naik 182,1 poin atau 0,7% menjadi 26.346,14, indeks S&P 500 naik 26,34 poin atau 0,91% menjadi 2.919,4 dan Nasdaq Composite naik 79,96 poin atau 1,02% menjadi 7.903,74.

Baca juga: Wall Street Dibuka Melemah Imbas Pemerintah AS Batasi Aliran Modal ke China

Ketegangan perdagangan, tanda-tanda perlambatan ekonomi dan meningkatnya ketegangan geopolitik telah menekan pasar saham selama September. Tercatat, indeks S&P 500 dan Dow Jones turun sekitar 2% sejak akhir September.

Semua 11 sektor utama S&P 500 ditutup menguat dipimpin dengan sektor teknologi. Volume pada perdagangan saham AS mencapai 5,33 miliar, turun dibandingkan dengan rata-rata perdagangan selama 20 hari yang sebesar 7,05 miliar.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini