nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Masinis Kereta Cepat Bakal Berguru Sampai ke Negeri China

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 10 Oktober 2019 19:25 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 10 320 2115392 masinis-kereta-cepat-bakal-berguru-sampai-ke-negeri-china-hkjZlwy4mk.jpg MoU PT KAI dengan PT KCIC (Foto: Okezone.com/Giri Hartomo)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan menandatangani nota kesepakatan dengan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) tentang pengembangan sumber daya manusia dan penelitian di bidang perkeretaapian. Penandatanganan dilakukan oleh Sekertaris Jenderal Kementerian Perhubungan Djoko Sasono dengan Direktur Utama KCIC Chandra Dwiputra dengan disaksikan langsung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, dengan ditandatanganinya kerjasama ini nantinya tenaga lokal akan diberikan pelatihan untuk bisa mengoperasikan dan merawat fasilitas kereta cepat Jakarta-Bandung. Nantinya, setiap tenaga lokal akan diberikan pendidikan atau pelajaran untuk mengembangkan kemampuannya dalam hal pengelolaan dan perawatan dari kereta cepat Jakarta-Bandung oleh KCIC.

 Baca juga: Perlintasan Jalan dan Kereta 'Dibersihkan' demi Kereta Semicepat

"Saya pikir kita harus bangga ada satu perusahaan konsorsium yang memulai kereta cepat yang nantinya menjadi satu bagian dari pra sarana dan sarana transportasi yang dimiliki Indonesia," ujarnya dalam acara penandatanganan di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (10/10/2019).

 Kereta Cepat

Menurut Budi, wajar jika nantinya tenaga lokal ini mendapatkan bimbingan terlebih dahulu dari pihak PT KCIC. Mengingat, teknologi kereta cepat Jakarta Bandung ini merupakan sesuatu hal yang baru dan perlu pembelajaran.

 Baca juga: Proyek Kereta Cepat Pertama RI, Terhalang SUTET hingga Lahan Ciputra

"Karena kita baru maka ini harus melakukan suatu kebersamaan yang tertib baik terkait hal teknis, pendidikan, maupun penyediaan. Saya menugaskan kepada pak sekjen untuk menugaskan tenaga-tenaga potensial untuk mengawal kegiatan KCIC ini dan bersama-sama belajar dan meneliti apa yang dilakukan," jelasnya.

Dengan adanya kerjasama di bidang SDM ini, diharapkan tenaga-tenaga terlatih ini nantinya bisa bermanfaat ketika pemerintah ingin membangun teknologi yang sama. Sehingga, ongkos pembangunan pun jauh lebih efisien mengingat bisa memakai tenaga lokal.

 Baca juga: Harga Tiket Kereta Cepat Jakarta-Bandung Paling Murah Rp300.000

"Pasti akan belajar banyak tentang satu kegiatan yang baru ini dan pembelajaran itu penting. Karena kita ingin bahwa level of service dan level of safety yang diberikan oleh kereta cepat ini harus excelent," jelasnya.

Nantinya tenaga-tenaga yang akan diambil untuk diberikan pendidikan adalah tenaga dari PT Kereta Api Indonesia (KAI). Menurut Budi, PT KAI merupakan salah satu perusahaan transportasi kereta api satu-satunya yang ada di Indonesia, sehingga perlu untuk mendapatkan pelajaran-pelajaran baru tentang teknologi terbaru.

"Kalau Kemenhub ini satu fungsinya sebagai pengawas yang juga akan memberikan sertifikasi dan juga sebagai pengawas untuk menyertifikasi kan mesti belajar. Jadi nanti saya akan tugaskan tim dari KA untuk belajar baik di China maupun negara-negara Eropa," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perkertaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri mengatakan, salah satu yang mendapatkan pendidikan adalah tenaga masinis dalam negeri. Seperti saat pengoperasian MRT, nantinya masinis dalam negeri ini akan mendapatkan pendampingan dari instruktur dari PT KCIC ketika mengoperasikan kereta cepat Jakarta-Bandung.

"Kerjasama dengan BPSDM. Pasti ada instruktur nanti dari mereka," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini