Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penusukan Wiranto Dinilai Akan Memperlambat Iklim Investasi

Fadel Prayoga , Jurnalis-Kamis, 10 Oktober 2019 |19:46 WIB
Penusukan Wiranto Dinilai Akan Memperlambat Iklim Investasi
Investasi (Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA – Peristiwa penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto di Padeglang, Banten akan memperlambat iklim investasi. Terutama, investasi dari luar negeri di Indonesia.

Wakil Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Nofel Saleh Hilabi mengatakan, jabatan itu merupakan sebuah simbol negara yang keamanannya tak boleh lengah sedikit pun. Bila seorang Menkopolhukam saja bisa diterabas oleh kelompok teroris, maka tak menutup kemungkinan kejadian serupa akan menimpa masyarakat sipil lainnya.

 Baca juga: RI Maksimalkan Kerjasama Ekonomi dengan Eropa Tengah, Sektor Apa yang Diincar?

"Menkopolhukam bisa jebol, apalagi masyarakat biasa. Asing akan semakin takut untuk berinvestasi," kata Nofel kepada Okezone, Kamis (10/10/2019).

 Wiranto

Ia menyebut, kinerja aparat kepolisian dan Badan Intelijen Negara (BIN) harus dievaluasi dengan adanya kejadian penyerangan tersebut. Sebab, seharusnya gerakan ini tak akan terjadi bila sebelumnya sudah terdeteksi terlebih dahulu.

 Baca juga: Upaya BKPM Jemput Bola Cari Investor

"Gerakan ini semestinya terbaca oleh BIN. Pasti mereka ini ada rencana. Apalagi dia bisa tahu ada Menkopolhukam ke sana," ujarnya.

Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk lebih hati-hati dan waspada terhadap pergerakan aliran radikalisme di Indonesia. Dirinya berharap Wiranto bisa segera pulih dan kembali beraktivitas serta menyumbangkan pikirannya agar bangsa ini lebih baik ke depannya.

 Nofel Saleh Hilabi (dok)

"Semoga Pak Wiranto kembali sehat dan bisa mengurus negara ini. Mari kita jaga republik ini. Jangan sampai hal ini terjadi lagi. Kita harus bantu ekonomi, bukan malah mempersulit," katanya.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement