nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lampaui Target, Pendapatan PT SMI Naik 106,6% di Kuartal III-2019

Edi Hidayat, Jurnalis · Kamis 10 Oktober 2019 21:42 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 10 320 2115448 lampaui-target-pendapatan-pt-smi-naik-106-6-di-kuartal-iii-2019-QZJPe1oT5Q.jpg Akuntan (Shutterstock)

JAKARTA – PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (PT SMI) mengalami peningkatan signifikan pada kuartal III-2019 dengan berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp3,88 triliun atau dengan kata lain melampaui target sebesar 106,60%. Sementara total aset year on year PT SMI mengalami kenaikan sebesar 22,75% dari September 2018 - September 2019 sehingga total aset saat ini sebesar Rp73,03 triliun.

Direktur Utama PT SMI Edwin Syahruzad menjelaskan bahwa pada tahun 2019, PT SMI berhasil memperoleh mandat untuk Jasa Konsultasi sebanyak enam proyek baru. Di mana empat di antaranya merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) antara lain Proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Unsolicited Kereta Jalur Lingkar, Proyek LRT Jakarta dan Pekerjaan Lanjutan Pendampingan Transaksi & Legal KPBU Satelit Multifungsi.

 Baca juga: Sri Mulyani Tunjuk Eks Gubernur BI Agus Marto Jadi Komisaris Independen SMI

Hal ini dipaparkan Edwin Syahruzad dalam kesempatan acara PT SMI & Media Meet Up 2019, di Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu, Jakarta, Kamis (10/10/2019).

 Rupiah

Dalam kesempatan tersebut diungkapkan bahwa PT SMI berhasil membukukan laba bersih sebesar total Rp1,53 triliun (posisi Desember 2018). Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibanding Desember 2017 yang mencapai Rp1,26 triliun atau tumbuh 21,3% secara year on year (YoY).

 Baca juga: Buat Pembangunan Keberlanjutan, Kemenkeu Gandeng SMI dan Bloomberg Philanthropies

Adapun penopang pertumbuhan laba tersebut adalah ketiga pilar bisnis PT SMI, yaitu:

Pilar Bisnis Pembiayaan dan Investasi yang menghasilkan komitmen dan outstanding pembiayaan masing-masing senilai Rp98,0 triliun dan Rp58,5 triliun yang mencerminkan pertumbuhan sebesar 31,7% dan 38,4% dibandingkan periode yang sama tahun 2018;

Pilar Bisnis Jasa Konsultasi, proyek yang dikerjakan dari Januari hingga September 2019 sebanyak 6 proyek di mana 4 proyeknya merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN);

 Baca juga: SMI Terbitkan Obligasi Rp1,5 Triliun dengan Kupon hingga 8,7%

Pilar Bisnis Pengembangan Proyek, memiliki jumlah penugasan sampai dengan Agustus 2019 sebanyak 9 penugasan.

Edwin mengatakan, selama 10 tahun mendukung percepatan pembangunan infrastruktur Indonesia, PT SMI memiliki fundamental kuat untuk tumbuh secara berkelanjutan. Ia menekankan bahwa komitmen PT SMI untuk kemajuan bangsa baik dalam sektor infrastruktur dasar maupun infrastruktur sosial dengan berperan sebagai katalis mempercepat pembangunan infrastruktur.

“PT SMI bertindak tidak hanya sebagai enabler yang menginisiasi masuk ke sektor infrastruktur yang belum bankable menjadi pionir di pasar dan menciptakan efek crowding in,” ujarnya.

 Rupiah

Edwin menambahkan bahwa pada setiap target capaian kinerja, PT SMI senantiasa sejalan dengan upaya Pemerintah dalam menyediakan konektivitas antar-daerah. Konektivitas merupakan kunci dari kemajuan dan pemerataan pembangunan di suatu daerah. Pemerataan ini direalisasikan dengan pembangunan proyek infrastruktur yang esensial seperti jalan, pasar, RSUD, akses penerangan, telekomunikasi dan transportasi.

Dengan begitu, manfaat sosial yang dirasakan oleh masyarakat juga bertambah, di mana PT SMI senantiasa memberikan solusi percepatan pembangunan infrastruktur daerah kepada Pemerintah Daerah (Pemda) melalui fasilitas Pembiayaan Pembangunan Daerah dengan total nilai komitmen per September 2019 mencapai Rp4,6 triliun.

Dalam menjalankan perannya, PT SMI juga berfungsi sebagai market maker dalam menjembatani kesenjangan pembiayaan infrastruktur. Sehingga hal tersebut menjadikan PT SMI sebagai komplementer yang akan mendukung upaya perbankan nasional maupun foreign melalui variasi instrumen pembiayaan yang inovatif dan kreatif yang dapat melengkapi produk perbankan.

Peran PT SMI tersebut mendukung terwujudnya proyek Infrastruktur menjadi bankable serta memungkinkan PT SMI menjadi mitra (development partner) pembangunan yang memperkuat kapasitas dan kapabilitas pemangku kepentingan di sektor infrastruktur.

Sampai dengan September 2019, PT SMI telah mendukung pembiayaan berbagai proyek RPJMN (Rencana Proyek Jangka Menengah Nasional), Proyek Prioritas Nasional, dan Proyek Strategis Nasional dengan total komitmen sebesar Rp45,9 triliun dan total nilai proyek sebesar Rp247,2 triliun yang terbagi dalam berbagai proyek antara lain Jalan Tol Trans Sumatera (Medan-Binjai, Palembang-Indralaya, Bakauheni-Terbanggi Besar), Jalan Tol Trans Jawa (Pejagan-Pemalang, Semarang-Solo, Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono, Surabaya-Mojokerto, Jakarta-Cikampek II, Cikopo-Palimanan), proyek telekomunikasi Palapa Ring Paket Tengah, proyek Sistem Penyediaan Air Minun (SPAM) Umbulan dan lainnya.

PT SMI yang berfokus dalam menjembatani kesenjangan pembangunan infrastruktur memiliki arah strategi yang secara konsisten akan mendukung RPJMN 2020-2024 melalui peran Perseroan yang meliputi sumber pendanaan, pembiayaan dan investasi, pengembangan proyek dan jasa konsultasi, serta sektor pembiayaan dan entitas baru. Komitmen ini juga sebagai wujud nyata kepedulian Perseroan dalam peningkatan manfaat sosial bagi masyarakat.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini