JAKARTA - Masyarakat mendapat kemudahan transportasi dengan hadirnya layanan transportasi digital berbasis panggilan (ride hailing). Pertumbuhan transportasi online hingga kini pun sangat pesat.
Ride hailing mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan di Indonesia. Berdasarkan laporan e-Conomy SEA 2019, sektor ini berkontribusi terbesar kedua dalam pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.
Baca Juga: Ini Penyebab Gojek dan Grab Sukses Jadi Super-app!
Okezone pun merangkum sejumlah fakta menarik pesatnya pertumbuhan transportasi online di Indonesia, Minggu (13/10/2019):
1. Sejak 2015, Transportasi Online Tumbuh 6 Kali Lipat
Managing Director Google Indonesia Randy Jusuf mengatakan, ride hailing ini mengalami pertumbuhan hingga 6 kali lipat sejak 2015. Saat ini ride hailing berada di angka USD6 miliar dengan pertumbuhan rata-rata 57%.

“Angka ini tumbuh 6 kali lipat sejak 2015 dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 57%. Menurut laporan e-Conomy SEA 2019, pertumbuhan ini didorong oleh tren layanan pengiriman makanan,” ujarnya.
2. Hingga 2025, Pertumbuhan Transportasi Online Makin Pesat
Randy Jusuf mengatakan, sektor ride hailing ini diperkirakan akan tumbuh hingga USD18 miliar pada tahun 2025. Pertumbuhan ini akan didorong oleh tren layanan pengiriman makanan.
Baca Juga: Memprihatinkan, Transportasi Umum di Daerah Tergerus dengan Gojek Cs
3. Layanan Pengiriman Makanan Ujung Tombak Transportasi Online
Menurut Randy, dalam beberapa tahun belakangan ini tren layanan pengiriman makanan tumbuh drastis dan mengubah kebiasaan masyarakat di Indonesia. Jasa pengiriman makanan telah mengalami perubahan mendasar dalam perilaku konsumen sejak 2018.
Hal ini terbukti dengan pertumbuhan pencarian mengenai merk Online Food Delivery yang telah tumbuh lebih dari 13 kali lipat di Indonesia. Angka tersebut dikutip dari angka Google Trends.