nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ojek Online Tumbuh 6 Kali Lipat, Simak Fakta Kejayaan Grab dan Gojek

Feby Novalius, Jurnalis · Minggu 13 Oktober 2019 09:12 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 11 320 2115736 ojek-online-tumbuh-6-kali-lipat-simak-fakta-kejayaan-grab-dan-gojek-Ak3VhILjle.jpg Ojek Online Tumbuh 6 Kali Lipat Sejak 2015. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Masyarakat mendapat kemudahan transportasi dengan hadirnya layanan transportasi digital berbasis panggilan (ride hailing). Pertumbuhan transportasi online hingga kini pun sangat pesat.

Ride hailing mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan di Indonesia. Berdasarkan laporan e-Conomy SEA 2019, sektor ini berkontribusi terbesar kedua dalam pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

Baca Juga: Ini Penyebab Gojek dan Grab Sukses Jadi Super-app!

Okezone pun merangkum sejumlah fakta menarik pesatnya pertumbuhan transportasi online di Indonesia, Minggu (13/10/2019):

1. Sejak 2015, Transportasi Online Tumbuh 6 Kali Lipat

Managing Director Google Indonesia Randy Jusuf mengatakan, ride hailing ini mengalami pertumbuhan hingga 6 kali lipat sejak 2015. Saat ini ride hailing berada di angka USD6 miliar dengan pertumbuhan rata-rata 57%.

Batas Tarif Bawah-Atas Ojek Online Bakal Berlaku per 1 Mei 2019

“Angka ini tumbuh 6 kali lipat sejak 2015 dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 57%. Menurut laporan e-Conomy SEA 2019, pertumbuhan ini didorong oleh tren layanan pengiriman makanan,” ujarnya.

2. Hingga 2025, Pertumbuhan Transportasi Online Makin Pesat

Randy Jusuf mengatakan, sektor ride hailing ini diperkirakan akan tumbuh hingga USD18 miliar pada tahun 2025. Pertumbuhan ini akan didorong oleh tren layanan pengiriman makanan.

Baca Juga: Memprihatinkan, Transportasi Umum di Daerah Tergerus dengan Gojek Cs

3. Layanan Pengiriman Makanan Ujung Tombak Transportasi Online

Menurut Randy, dalam beberapa tahun belakangan ini tren layanan pengiriman makanan tumbuh drastis dan mengubah kebiasaan masyarakat di Indonesia. Jasa pengiriman makanan telah mengalami perubahan mendasar dalam perilaku konsumen sejak 2018.

Hal ini terbukti dengan pertumbuhan pencarian mengenai merk Online Food Delivery yang telah tumbuh lebih dari 13 kali lipat di Indonesia. Angka tersebut dikutip dari angka Google Trends.

4. Grab dan Gojek Masih Mendominasi

Khusus di kawasan Asia Tenggara sendiri, industri ride hailing masih didominasi oleh dua pemain besar transportasi online, yakni Grab dan Gojek. Keduanya mengklaim jadi pemimpin pasar di segmen layanan pesan-antar makanan dan minuman.

Bahkan Grab dan Gojek, mereka bersaing dengan pemain khusus seperti Foodpanda dan Deliveroo. Kedua lahanan pesan antar ini meskipun sudah lebih dulu membuka jasa antar pesan makanan dan minuman, namun cukup kerepotan dengan kedua aplikasi ini.

Batas Tarif Bawah-Atas Ojek Online Bakal Berlaku per 1 Mei 2019

Grab sendiri dikabarkan menguasai 64 persen pangsa pasar di Indonesia. Sementara Gojek yang memegang pangsa pasar 5 persen dari perjalanan yang diselesaikan di Asia Pasifik juga secara besar-besaran, mendorong ke layanan berbasis permintaan lainnya. Bahkan, perusahaan mengklaim bahwa ride hailing mewakili kurang dari seperempat dari nilai barang bruto keseluruhannya.

5. Ini yang Bikin Grab dan Gojek Berjaya

Apa yang membuat penggunaan tranportasi online seperti Gojek dan Grab menjadi super-app?

Hal ini dikarenakan ada kecenderungan ke arah sesuatu yang dapat membantu mengurangi risiko yang terjadi saat mencapai tempat tujuan, dan semua aplikasi ini melakukan hal itu. Jika memikirkan pengalaman pelanggan, pengguna tidak lagi diharuskan untuk menyimpan beberapa aplikasi di layar mereka, dan seiring waktu menjadi komoditas yang semakin bernilai, pelanggan akan selalu mencari cara baru yang menghemat lebih banyak waktu mereka. Hal itulah yang mendorong perilaku konsumen ini.

Karena semakin banyak orang bergabung dengan 'super-app' ini, akan semakin sulit untuk mengubah perilaku kembali menjadi harus pergi ke banyak tempat untuk menyelesaikan sesuatu. Semua orang ada di aplikasi ini, dan untuk memberikan alternatif apa pun ke pasar berarti mengatasi rintangan partisipasi,” kata mitra pengelola di RUMJog Enterprises Tom Young.

Batas Tarif Bawah-Atas Ojek Online Bakal Berlaku per 1 Mei 2019

6. Dampak Transportasi Online

Transportasi online telah mengubah wajah industri mobilitas masyarakat menuju tujuannya masing-masing. Baru-baru ini, perusahaan pemantau pasar teknologi global, ABI Research mencatat pada 2018 hampir 22 miliar perjalanan melalui transportasi online di seluruh dunia terselesaikan. Pasalnya, di 2019 jumlah perjalanan yang dilayani akan mencapai Rp28 miliar.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini