nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mumpung Masih Muda, Milenial Perlu Perhatikan Ini Sebelum Ajukan KPR

Rizqa Leony Putri , Jurnalis · Sabtu 12 Oktober 2019 21:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 12 320 2116065 mumpung-masih-muda-milenial-perlu-perhatikan-ini-sebelum-ajukan-kpr-vf0gBWVDA9.jpeg Foto Rumah: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA - Meningkatnya harga properti saat ini tidak lagi dapat dipungkiri oleh masyarakat. Tak heran, intensitas daya beli properti, rumah tapak, maupun apartemen masih terbilang rendah. Kebanyakan orang, khususnya generasi muda, enggan membeli rumah, dan properti sejenis. Hal itu dikarenakan waktu yang tak sebentar untuk menyiapkan dan mengumpulkan dana hingga cukup untuk membeli sebuah aset properti.

Hal inilah yang membuat tren Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pun semakin digandrungi. Fasilitas peminjaman ini sering dimanfaatkan sebagai cara alternatif dalam membeli properti. Layanan ini dinilai memudahkan terutama dari segi finansial generasi muda, ataupun bagi orang-orang yang baru berumah tangga.

Baca Juga: Ingin Ajukan KPR? Kenali Seluk-beluknya

Perencana Keuangan Prita Hapsari Ghozie menjelaskan, pembelian rumah dengan KPR sebagai suatu jalan yang harus dilakukan. Karena pembelian dengan metode pembayaran tunai dirasa sulit untuk dilakukan saat ini, mengingat biaya yang diperlukan sangatlah besar.

"Pembelian rumah dengan KPR memang suatu hal yang mau tidak mau dilakukan, kecuali generasi muda itu dapat warisan atau hibah. Sepertinya sulit ya beli secara cash," jelasnya saat dihubungi Okezone siang ini, Jumat (11/10/2019).

Rumah

Selain itu, dalam memutuskan untuk mengambil KPR, perlu mempertimbangkan beberapa hal yang nantinya juga dapat memengaruhi kelancaran pembayaran cicilan Menurut Prita, saat membeli rumah seseorang harus memastikan kesesuaiannya dengan kemampuan finansial dimiliki.

"Indikatornya kita punya DP antara 20%-30% dari harga rumah," tuturnya.

Saat mengambil KPR sebaiknya ukurlah kemampuan finansial yang dimiliki. Maksimal cicilan KPR yang dilakukan sebaiknya berkisar 30% dari jumlah penghasilan bulanan. Tak hanya itu, sebaiknya tidak boleh ada cicilan lain yang dilakukan bersamaan agar tidak memberatkan.

Rumah

Pertimbangan lain, lanjut Prita, adalah jenis hunian yang akan dibeli, bisa berbentuk rumah tapak ataupun rumah susun. Hal ini sebaiknya disesuaikan dengan gaya hidup masing-masing.

Mengenai tren pembelian rumah generasi muda saat ini, Prita menjelaskan bahwa rumah tinggal pertama adalah aset terbesar yang mungkin dimiliki setiap orang. Dengan demikian bisa meninggalkan anak keturunan dalam kondisi berkecukupan. Memiliki rumah tinggal, secara tidak langsung memaksa masyarakat agar secara pasti memiliki aset.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini