nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ingin Ajukan KPR? Kenali Seluk-beluknya

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 09 September 2019 14:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 09 470 2102458 ingin-ajukan-kpr-kenali-seluk-beluknya-RFfCF9BEs6.jpg Ingin Ajukan KPR? Kenali Seluk-beluknya

JAKARTA - Rumah merupakan sebuah kebutuhan primer yang butuh perjuangan untuk memilikinya. Apalagi harga rumah juga terus meningkat. Namun, ada salah satu cara untuk bisa membeli rumah, yakni dengan mengajukan kredit pemilikan rumah atau lebih dikenal dengan KPR.

KPR adalah suatu fasilitas kredit yang diberikan oleh perbankan kepada para nasabah perorangan yang akan membeli atau memperbaiki rumah.

 Baca Juga: Anda Pejuang KPR? Simak Cara Mengatur Cicilan

Perlu diketahui, di Indonesia dikenal ada 2 jenis KPR. Apa saja? Berikut ini seperti dikutip dari laman OJK, Senin (9/9/2019).

1. KPR Subsidi, yaitu suatu kredit yang diperuntukan kepada masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah dalam rangka memenuhi kebutuhan perumahan atau perbaikan rumah yang telah dimiliki.

 Baca Juga: 5 Tips Lancar Bayar Cicilan KPR

Bentuk subsidi yang diberikan berupa : Subsidi meringankan kredit dan subsidi menambah dana pembangunan atau perbaikan rumah. Kredit subsidi ini diatur tersendiri oleh Pemerintah, sehingga tidak setiap masyarakat yang mengajukan kredit dapat diberikan fasilitas ini. Secara umum batasan yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam memberikan subsidi adalah penghasilan pemohon dan maksimum kredit yang diberikan.

2. KPR Non Subsidi, yaitu suatu KPR yang diperuntukan bagi seluruh masyarakat. Ketentuan KPR ditetapkan oleh bank, sehingga penentuan besarnya kredit maupun suku bunga dilakukan sesuai kebijakan bank yang bersangkutan.

 KPR

Persyaratan KPR

Secara umum persyaratan dan ketentuan yang diperlakukan oleh bank untuk nasabah yang akan mengambil KPR relatif sama. Baik dari sisi administrasi maupun dari sisi penentuan kreditnya. Untuk mengajukan KPR, pemohon harus melampirkan:

1. KTP suami dan atau istri (bila sudah menikah)

2. Kartu Keluarga

3. Keterangan penghasilan atau slip gaji

4. Laporan keuangan (untuk wiraswasta)

5. NPWP Pribadi (untuk kredit di atas Rp. 100 juta)

6. SPT PPh Pribadi (untuk kredit di atas Rp. 50 juta)

7. Salinan sertifikat induk dan atau pecahan (bila membelinya dari developer)

8. Salinan sertifikat (bila jual beli perorangan)

9. Salinan IMB

Biaya Proses KPR

Pada umumnya fasilitas KPR pemohon akan dikenakan beberapa biaya, di antaranya: biaya appraisal, biaya notaris, provisi bank, biaya asuransi kebakaran, biaya premi asuransi jiwa selama masa kredit.

 

Metode Perhitungan Bunga KPR

Secara umum dikenal 3 metode perhitungan bunga yaitu :

- Flat

- Efektif

- Anuitas Tahunan dan Bulanan

Dalam prakteknya metode suku bunga yang digunakan adalah suku bunga efektif atau anuitas.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini