nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta di Balik Cadangan Devisa Turun karena Bayar Utang

Adhyasta Dirgantara, Jurnalis · Senin 14 Oktober 2019 06:39 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 13 20 2116332 fakta-di-balik-cadangan-devisa-turun-karena-bayar-utang-hVu0LBQNrb.jpg Cadangan Devisa Turun (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Sepanjang tahun 2019, cadangan devisa Indonesia selalu mengalami peningkatan. Bahkan, dalam 6 bulan terakhir, aliran dana yang masuk begitu deras.

Lihat saja cadangan devisa pada Agustus 2019, berada di angka USD126,4 miliar. Itu artinya, cadangan devisa Indonesia yang dicatat oleh Bank Indonesia (BI) meningkat dari USD125,9 miliar pada Juli 2019.

 Baca Juga: Prospek Cadangan Devisa di Tengah Perlambatan Ekonomi Dunia

Peningkatan cadangan devisa pada Agustus 2019 sendiri terutama dipengaruhi oleh penerimaan devisa migas dan penerimaan valas lainnya.

Mengutip keterangan resmi BI, Jakarta, posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,4 bulan impor atau 7,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

 Baca Juga: Bayar Utang Pemerintah, Cadangan Devisa Indonesia Turun USD2,1 Miliar

Namun, rupanya baru-baru ini BI mencatat bahwa cadangan devisa Indonesia menurun. Apa penyebabnya? Berapa besarannya? Simak fakta-fakta seperti dirangkum Okezone, Senin (14/10/2019).

 

1. Cadangan Devisa Turun USD2,1 miliar

Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia sebesar USD124,3 miliar pada akhir September 2019. Jumlah itu mengalami penurunan USD2,1 miliar dari posisi akhir Agustus 2019 yang sebesar USD126,4 miliar.

Mengutip keterangan resmi BI, Jakarta, posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,2 bulan impor atau 7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

 Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin

2. Penurunan Terjadi karena Bayar Utang

 

Penurunan cadangan devisa pada September 2019 tersebut utamanya dipengaruhi oleh kebutuhan pembayaran utang luar negeri Pemerintah. Di sisi lain juga didorong berkurangnya penempatan valas perbankan di Bank Indonesia.

 

3. Sisa Cadangan Devisa

Meski demikian, BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

"BI juga memandang, ke depan cadangan devisa tetap memadai dengan didukung stabilitas dan prospek ekonomi yang tetap baik," tulis keterangan BI.

 Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin

4. Tetap Stabil meski Turun

Bank Indonesia (BI) menyebut cadangan devisa Indonesia akan stabil di sisa tahun ini. Meskipun memang aliran dana masuk tidak sederas enam bulan sebelumnya.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan, alasan kuat mengapa tidak sederas bulan sebelumnya karena kondisi perekonomian global yang masih belum stabil.

“Kalau melihat prospek ke depan dengan kondisi global seperti sekarang, inflow kita masih bisa expect. Tapi memang mungkin tidak akan sederas 6 bulan pertama. Kita enggak mungkin sampai ke sana,” ujarnya saat ditemui di Museum Bank Indonesia, Jakarta.

5. Janji Dongkrak Cadangan Devisa

Catatan cadangan devisa Indonesia yang teranyar memang menurun. Apalagi ada beberapa masalah seperti pembayaran utang dan kondisi global yang tidak stabil.

Meskipun begitu, BI akan melakukan beberapa hal untuk mendongkrak kembali cadangan devisa. “Tapi artinya tetaplah kita akan berusaha untuk menjaga cadev kita,” tegas Destri.

 Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini