nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menanti Data Neraca Perdagangan September 2019

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 15 Oktober 2019 09:24 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 15 20 2116985 menanti-data-neraca-perdagangan-september-2019-Owpv518aHU.jpg BPS (Okezone)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan data neraca perdagangan Indonesia sepangjang September 2019 pada hari ini, Selasa (15/10/2019). Pengumuman laju ekspor-impor tersebut akan disampaikan oleh Kepala BPS Suhariyano pada pukul 11.00 WIB di Kantor Pusat BPS, Jakarta.

Sebelumnya, pada rilis data neraca perdagangan Agustus 2019 terjadi suprlus tipis yakni USD85,1 juta. Realisasi ini membaik dari posisi neraca perdagangan Juli 2019 yang mengalami defisit sebesar USD64,3 juta.

 Baca juga: Sektor Automotif Lesu karena Perlambatan Ekonomi Global

Adapun posisi impor Agustus 2019 tercatat USD14,20 miliar, mengalami penurunan sebesar 15,60% dibandingkan Agustus 2018 yang sebesar USD16,82 miliar. Dengan Juli 2019 juga tercatat turun 8,53% dari USD15,52 miliar.

 Ekspor impor

Sedangkan nilai ekspor tercatat mencapai USD14,28 miliar, mengalami penurunan 9,99% dari Agustus 2018 yang mencapai USD15,87 miliar. Dibandingkan dengan Juli 2019 juga turun 7,60% dari USD15,45 miliar.

 Baca juga: Neraca Dagang Agustus Surplus, BI: Memperkuat Ketahanan Eksternal Ekonomi RI

"Surplus di Agustus 2019 ini memang belum sesuai harapan, semoga surplus ini bisa terus naik kedepannya," ujar Kepala BPS Suhariyanto saat konferensi pers di Gedung Pusat BPS, Jakarta, Senin 16 September 2019.

Bersamaan dengan rilis neraca perdagangan, BPS juga akan mengumumkan data perkembangan upah pekerja buruh di September 2019.

 Baca juga: Neraca Perdagangan RI Surplus Tipis USD85,1 Juta pada Agustus 2019

Berikut Neraca Perdagangan selama 2019:

Januari 2019: Defisit USD1,16 miliar

Februari 2019: Surplus USD330 juta

Maret 2019: Surplus USD540 juta

April 2019: Defisit USD2,5 miliar

Mei 2019: Surplus USD210 juta

Juni 2019: Surplus USD200 juta

Juli 2019: Defisit USD63,5 juta

Agustus 2019: Surpus USD85,1 juta.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini