nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Emas Berjangka Anjlok Imbas Investor Lari ke Saham

Fakhri Rezy, Jurnalis · Rabu 16 Oktober 2019 08:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 16 320 2117485 harga-emas-berjangka-anjlok-imbas-investor-lari-ke-saham-4RTQ4vf98s.jpg Harga Emas (Shutterstock)

NEW YORK - Harga Emas anjlok hampir 1% pada perdagangan Selasa (15/10/2019) waktu setempat. Hal ini dikarenakan investor mulai kembali ke jalur perdagangan saham.

Sementara itu, krisis pasokan yang berkelanjutan membuat paladium ke rekor tertingginya.

 Baca juga: Harga Emas Berjangka Naik, Paladium Tembus Rekor

Melansir Reuters, Rabu (16/10/2019), emas di pasar spot turun 0,8% ke USD1.481,4 per ons. Sedangkan Emas Berjangka AS ditutup melemah 0,9% ke USD1.483,5.

Pasar ekuitas AS naik karena laporan keuangan emiten yang kuat. Bahkan di tengah optimisme kesepakatan China-AS yang memudar.

Harga Emas

 Baca juga: Harga Emas Makin Murah Dibanderol Rp754.000/Gram

“Emas membutuhkan dorongan lebih tinggi; seperti Federal Reserve AS jika merilis penurunan suku bunga atau sesuatu yang akan terjadi pada pembicaraan perdagangan. Jika kesepakatan itu berantakan dan The Fed memangkas suku bunga, emas akan naik, " tambah RJO Futures 'Haberkorn.

Federal Reserve AS bertemu pada akhir bulan untuk memutuskan apakah akan menerapkan penurunan suku bunga lebih lanjut. Bloomberg melaporkan pada hari Senin bahwa China ingin lebih banyak pembicaraan untuk menuntaskan rincian kesepakatan fase-satu sebelum menandatanganinya.

 Baca juga; Harga Emas Berjangka Turun 1%, Tertekan Penguatan Bursa Saham

Investor juga mengamati pertemuan puncak antara Inggris dan Uni Eropa pada hari Kamis dan Jumat yang akan menentukan apakah Inggris menuju kesepakatan untuk meninggalkan blok eurozone pada 31 Oktober. Pilihannya adalah keluar tanpa kesepakatan atau penundaan.

Emas dalam mata uang sterling merosot lebih dari 2% ke level terendah sejak akhir Juli di 1.154,35 pound per ounce.

Sementara itu, Paladium memperpanjang relinya dengan kenaikan 1,1% menjadi USD1.733,06 per ons setelah mencapai rekor USD1.739,93. Untuk logam mulia yang satu ini telah mengalami kenaikan lebih dari USD300 sejak awal Agustus.

“Pasokan paladium semakin sedikit. Jika terus demikian harganya akan mencapai USD2.000 dan hal ini memungkinkan, terutama jika kita melihat aktivitas otomotif sedikit meningkat, ”kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities di Toronto.

Di antara logam-logam lainnya, perak turun 1,4% menjadi USD17,40 per ons, sedangkan platinum turun 1,2% menjadi USD882,08.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini