nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dolar Ditutup Melemah saat Euro Melonjak

Fakhri Rezy, Jurnalis · Jum'at 18 Oktober 2019 08:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 18 278 2118473 dolar-ditutup-melemah-saat-euro-melonjak-lajEIog2G5.jpg Dolar dan Euro (Reuters)

NEW YORK - Dolar AS jatuh terhadap euro perdagangan Kamis (17/10/2019). Hal ini dikarenakan euro mendapat dukungan dari kesepakatan Brexit antara Uni Eropa dan Inggris yang telah lama ditunggu-tunggu.

Melansir Reuters, Jumat (18/10/2019), Inggris mencapai kesepakatan soal keluarnya dari Uni Eropa pada hari Kamis. Penantian ebih dari tiga tahun setelah warga Inggris memberikan suara dalam referendum untuk meninggalkan blok.

 Baca juga: Dolar Melemah Imbas Data Penjualan Ritel AS Lesu

Akan tetapi, Perdana Menteri Boris Johnson masih menghadapi pemungutan suara di parlemen untuk mendapatkan persetujuan. Namun, ketidakpastian baru muncul mengenai apakah pakta Brexit tersebut akan diratifikasi oleh anggota parlemen Inggris.

Dari sentimen tersebut, cukup untuk meningkatkan euro 0,5% terhadap dolar dan 0,66% terhadap pound Inggris.

 Baca juga: Dolar AS Lesu Tertekan Kenaikan Poundsterling

"Fakta bahwa kita memiliki kesepakatan berarti bahwa kita jauh dari Brexit yang keras dan semua mata akan beralih ke pemungutan suara akhir pekan ini," Brad Bechtel, kepala global FX di Jefferies.

Perkembangan Brexit menandai kenaikan terbaiknya untuk euro yang telah turun lebih dari 3% tahun ini. Sentimen investor terhadap mata uang tunggal telah dirugikan oleh perlambatan ekonomi yang luas di Eropa didorong oleh sengketa perdagangan AS-China yang berlarut-larut.

 Baca juga: Dolar Menguat di Tengah Investor Waspada pada Hasil Pertemuan AS-China

Pada hari Kamis, pemerintah Jerman mengatakan menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi 2020 menjadi 1,0% dari 1,5% sebelumnya, tetapi menambahkan bahwa ekonomi terbesar Eropa tidak menghadapi krisis.

Sterling 0,18% lebih rendah pada USD1,2807. Dolar berada di bawah tekanan minggu ini, turun sekitar 0,6% terhadap sekeranjang mata uang.

Greenback, yang jatuh pada hari Rabu setelah data penjualan ritel AS yang lemah mendukung penurunan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve.

Dolar Australia bertahan di dekat tertinggi hari itu, naik 1,04% terhadap dolar setelah data pekerjaan menunjukkan perekrutan yang kuat, menurunkan kemungkinan pelonggaran moneter pada bulan November.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini