nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jargas Tingkatkan Kesejahteraan pada Penggunanya, Begini Ceritanya

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 18 Oktober 2019 17:39 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 18 320 2118685 jargas-tingkatkan-kesejahteraan-pada-penggunanya-begini-ceritanya-uHlLSQLwbo.jpg Jargas Tingkatkan Kesejahteraan (Foto: Okezone.com/Feby)

SURABAYA - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk akan terus memperluas infrastruktur jaringan gas (jargas) karena memberi berdampak besar pada pelanggan yang sudah menggunakan.

Hingga kini, PGN telah mendistribusikan gas bumi ke 352.433 pelanggan. Rinciannya, sektor rumah tangga 348.508 pelanggan, lalu pelanggan kecil sebanyak 1.487 dan industri besar serta komersial sebanyak 2.438 pelanggan.

 Baca Juga: Intip Kesiapan PGN Sambung Jaringan Gas di Ibu Kota Baru

Salah satu pengusaha makanan di Jawa Timur Bambang Krusnadi mengungkapkan, usaha makanan yang sudah dirintis sejak 13 tahun lalu, kini sedikit mendapat untung dari hematnya biaya memasak dengan hadirnya jargas.

Sebelumnya, usaha makanan yang dinamai Lesehan Sarmila ini perlu mengeluarkan biaya lebih besar saat memasak makanan karena menggunakan kompor minyak atau tabung gas.

 Baca Juga: 500.000 Jaringan Gas Rumah Tangga Segera Dibangun

"Satu hari itu bisa pakai dua sampai tiga tabung ukuran 5,5 kg. Itu harganya Rp110.000 (per satu tabung). Jadi bisa dihitung kalau pakai dua saja, biaya yang harus dikeluarkan Rp6 jutaan (per bulan)," ujarnya, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (18/10/2019).

 PGN

Bambang mengakui, belum tahu soal jaringan gas bila tidak ada sosialisasi di wilayahnya. Hal yang ditanya dan dipastikan Bambang, sebelum mengganti tabung gas ke jargas adalah keamanan.

"Awal saya lihat aman tidak. Karena dapurnya kan sempit. Nah diyakini aman, jadi saya berani (pakai jargas)," tuturnya.

Dari sosialisasi itu, lanjut Bambang, dua bulan lalu memutuskan menggunakan jargas. Dan hasilnya pun sangat maksimal dalam memasak.

"Kalau masak nasi itu lebih cepat matang. Terus sekarang sudah pakai jargas, tidak perlu lagi takut kehabisan gas tabung. Lebih enak," katanya.

Sementara itu, terkait biaya pun diakui dia lebih hemat dibanding penggunaan tabung gas. Bahkan penghematan biayanya hingga 50%.

"Awal tabung gas itu biaya sampai Rp6 juta per bulan. Itu kalau enggak boros. Katakan sehari dua sampai tiga. Pas pakai jargas bisa 50% (hematnya). Kemarin bayar satu bulan Rp3 jutaan," ujarnya.

"Jadi alhamdulillah ini saya cocok, enggak ribet, lebih aman, lebih irit dan lebih mudah. Tidak bingung cari-cari kalau tabung habis," sambungnnya.

 PGN

Bambang enggan mengakui berapa pendapatannya kini. Dia mengungkapkan, bahwa saat ini sudah ada 7 pegawai yang ikut kerja dengannya. Per hari pegawainya ada yang diberi gaji harian sekira Rp50.000-Rp70.000.

"Kalau sehari bisa habisin 30 kilogram ayam. Terus ada bebek dan (makanan) lainnya. Itu kalau ada perayaan, ada pesanana bisa 50 kg ayam," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Kelurahan Karanganyar Yeni Hayuni mengakui, sejak jargas digunakan telah terjadi peningkatan kesejahteraan di banyak kelurahan. Di mana saat ini sudah 14 kelurahan yang sudah memanfaatkan jargas.

"Sekarang mayoritas sudah pakai jarga, sebelumnya pakai kayu kalau di sini. Itu ada 2.000 KK, 11 penduduk dan sudah ada 10.000 yang sudah pakai," ujarnya.

Salah satu warga Karanganya Ani Kustiani mengaku sudah menggunakan Jargas sejak Maret 2018. Dia sebelumnya seperti warga lain yang masih menggunakan kayu bakar untuk memasak.

"Kemarin bayar Rp60 ribu per bulan. Lebih irit, lebih hemat dan bersih dapur. Kalau kayu kan sudah susah. Itu kadang beli juga Rp20.000," tuturnya.

Menurut wanit dengan usai 40 tahun ini, pemakaian jargas terbilang aman saat ini. Selain itu, pembayaran jarga sudah bisa online.

"Selama ini aman tidak ada masalah. Biaya juga tergantung pemakaian," tuturnya.

Jargas

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini