JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution berkisah mengenai pengalamannya selama lima tahun terakhir di periode kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Sebagai menteri koordinator yang berfokus pada isu-isu ekonomi, Darmin menyebut, sektor pertanian menjadi yang paling bermasalah.
Hal itu diungkapkannya saat kumpul bersama beberapa menteri yang berada di bawah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, sebagai momen terakhir menutup masa jabatan pemerintahan periode 2014-2019. Di antaranya hadir Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, serta Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf.
Baca Juga: Hari Terakhir Kerja, Menko Darmin "Ngeteh" Bareng Sri Mulyani hingga Airlangga Hartarto
"Ada beberapa komoditas yang memang paling ruwet persoalannya, tapi intinya memang sektor pertanian," ujar Darmin di Kemenko Perekonomian, Jumat (18/10/2019).
Dia menyatakan, ada tiga komoditas utama yang selalu penuh polemik, yakni beras, gula, dan daging sapi, di samping ada juga persoalan bawang putih dan telur ayam. Umumnya persoalan tersebut terkait harga yang melonjak di pasaran. Meski demikian, masalah daing sapi menurutnya sudah berhasil diselesaikan dengan dilakukan impor, sehingga pasokan melimpah dan bisa menekan harga.

"Dua tahun pertama (masa jabatan) memang yang paling pusing daging, tapi sudah tidak karena kita buat kebijakan pokoknya impor daging sebanyak-banyaknya supaya harga rendah," kisah Darmin.
Dia juga mengakui, mengambil sebuah keputusan dalam rapat koordinasi sering kali sulit dilakukan, lantaran adanya perbedaan pendapat dari setiap pihak. Utamanya terkait data yang akurat mengenai ketersediaan komoditas di pasaran dan jumlah produksi dari panen.
"Sehingga menteri yang satu bilang ini sudah kurang (komoditas tidak ada di pasar), yang lain bilang enggak, karena di tempat sana panennya banyak," katanya.