Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Curhat Menko Darmin, Sektor Pertanian Paling Ruwet

Yohana Artha Uly , Jurnalis-Jum'at, 18 Oktober 2019 |19:43 WIB
Curhat Menko Darmin, Sektor Pertanian Paling Ruwet
Menko bidang Perekonomian Darmin Nasution (Foto: Okezone.com/Yohana)
A
A
A

Salah satu kasus yang memang paling banyak disoroti karena perbedaan data adalah komoditas beras. Akhir tahun lalu, pemerintah memutuskan untuk melakukan impor beras sebanyak 2 juta ton sebagai putusan akhir dari polemik harga beras yang terus melonjak.

Pada saat itu, sempat terjadi perdebatan antara Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang menyebut tidak adanya pasokan beras di pasaran sehingga harga melonjak. Namun, Menteri Pertanian Amran Sulaiman berkilah jika stok beras mencukupi, sebab produksi beras dalam negeri sangat banyak, bahkan surplus.

Darmin Nasution dan Yasonna Bicara Perbaikan Iklim Usaha dan Revitalisasi Hukum

Kala itu, Darmin yang mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut, produksi beras hingga akhir tahun 2018 akan mencapai 32,4 juta ton, memang mengalami surplus 2,85 juta ton. Tapi itu sangat rendah dari kebutuhan Indonesia yang pada umumnya surplus di angka 20 juta ton.

Belum lagi, lanjutnya, dari jumlah surplus itu tentu sebagian digunakan oleh 4,5 juta keluarga petani yang menyimpan stok beras untuk kebutuhannya, rata-rata per keluarga menyimpan 5-10 kilogram. Hal ini membuat stok beras yang ada di pasar sangat kurang dari kebutuhan. Alasan tersebut jadi dasar Darmin memutuskan untuk impor, guna mengisi pasokan di pasar sehingga menekan harga.

"Memang begitu saya kesimpulannya kurang, lalu impor, habis saya dicaci maki seluruh Indonesia. Itu risikonya. Tapi bisa dilihat inflasi tetap terjaga di kisaran 3,2% hingga 3,3% di setiap tahunnya. Belum pernah Indonesia menikmati stabilitas seperti ini, terjadi dalam waktu lima tahun berturut-turut," jelas dia.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement