nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani Jadi Menkeu Lagi, Sosok Srikandi Indonesia dengan Segudang Prestasi

Adhyasta Dirgantara, Jurnalis · Selasa 22 Oktober 2019 10:46 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 22 320 2120047 sri-mulyani-jadi-menkeu-lagi-sosok-srikandi-indonesia-dengan-segudang-prestasi-Rv0DEZBuzW.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Okezone

JAKARTA - Sri Mulyani Indrawati kembali dipercayai oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menduduki posisi Menteri Keuangan. Pasalnya, dalam Kabinet Kerja I, Sri Mulyani juga menempati posisi tersebut.

Sri Mulyani memang menjadi salah satu wanita kebanggaan Indonesia dengan segudang prestasi. Bahkan kesuksesannya menjadikan wanita yang akrab disapa Ani ini sebagai Menkeu terbaik di Asia Pasifik Tahun 2019 versi majalah keuangan FinanceAsia.

Baca Juga: Sri Mulyani Dipanggil Jokowi, Jadi Menkeu Lagi?

Menteri Sri Mulyani juga masuk ke dalam daftar 10 besar menteri dengan tingkat kepuasan tertinggi. Peringkat tersebut terangkum dalam survei yang dilakukan Alvara Research Center dengan kepuasan 83,39%. Sri Mulyani menduduki peringkat ketiga di bawah Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Keuangan, sejak dulu, sosok Ani memang tidak bisa lepas dari dunia perekonomian. Lahir di Bandar Lampung pada tanggal 26 Agustus 1962, Dia menyelesaikan pendidikannya di Universitas Indonesia pada tahun 1986 dengan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi.

Lambaikan Tangan Kiri, Sri Mulyani Tiba di Istana Negara 

Kemudian, Ani melanjutkan pendidikannya di Amerika Serikat. Adalah University of Illinois Urbana Champaign yang menjadi tujuan utamanya. Di sana, Dia mendapatkan gelar Master of Science of Policy Economics pada tahun 1990 dan gelar Ph.D of Economics 2 tahun setelahnya.

Tren positifnya terus berlanjut. Pada awal Oktober 2002, Ani terpilih menjadi Executive Director Dana Moneter Internasional (IMF) mewakili 12 negara di Asia Tenggara (South East Asia/SEA Group). Sejak 1 November 2002, Dia mewakili 12 negara anggota SEA Group di International Monetary Funds.

Di tahun 2005, Sri Mulyani pertama kalinya dilantik menjadi Menteri Keuangan. Selama menjadi Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati banyak menorehkan prestasi, diantaranya menstabilkan ekonomi makro, mempertahankan kebijakan fiskal yang prudent, menurunkan biaya pin¬jaman dan mengelola utang serta memberi kepercayaan pada investor.

Reformasi Kementerian Keuangan dinahkodainya dengan baik sehingga banyak terjadi perubahan fundamental di Kementerian Keuangan. Beliau dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia untuk tahun 2006 oleh Emerging Markets Forum pada 18 September 2006 di Sidang Tahunan Bank Dunia dan IMF di Singapura.

Lebih-lebih, Menteri Sri Mulyani juga terpilih sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes tahun 2008 serta wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia bulan Oktober 2007. Sri Mulyani juga menjadi Menteri Keuangan terbaik untuk tahun 2006 oleh majalah Euromoney dan menjadi Menteri Keuangan terbaik di Asia di tahun yang sama oleh Emerging Market Forum.

Baca Juga: Dipanggil Jadi Menkeu Lagi, Sri Mulyani Punya Kekayaan Rp46,6 Miliar

Di tahun 2008, ia menjabat Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian setelah Menko Perekonomian Dr. Boediono dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia. Lalu, pada 1 Juni 2010 Sri Mulyani Indrawati menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia.

Keberhasilan Sri Mulyani, pastinya tidak lepas dari prestasi dan kebijakan yang diberikan untuk Indonesia. Bagaimana tidak, Sri Mulyani menginginkan sistem perpajakan bisa lebih mudah dari pembelian pulsa.

Selain itu, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia juga menginginkan digitalisasi sistem perpajakan, sehingga mengurangi potensi suap-menyuap. Kemudian pemerintah menyebut ada kebijakan baru dan inisiatif di Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2020.

Lambaikan Tangan Kiri, Sri Mulyani Tiba di Istana Negara

"Kebijakan baru seperti, super deduction untuk kegiatan vokasi dan litbang. Lalu mini tax holiday untuk investasi di bawah Rp500 miliar. Dan Investment allowance untuk industri padat karya," ujar dia.

Dibalik karier hebatnya yang cemerlang tersebut, Dia mengaku juga pernah menjadi anak kecil pada umumnya yang gemar bermain di sungai dan pohon. Kala itu, Ani kecil masih tinggal di Semarang.

"Saat kecil saya senang main di pinggir sungai dan naik pohon mangga dekat rumah di Semarang. Pada saat yang sama juga suka berimajinasi dengan menulis," tulis @smindrawati di Instagram satu tahun silam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini