Share

Jadi Menteri BUMN, Erick Thohir Percepat Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 23 Oktober 2019 20:49 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 23 320 2120919 jadi-menteri-bumn-erick-thohir-percepat-proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung-fOIzUAd7bq.jpg Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. (Foto: Okezone.com/Dok. KCIC)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir tak mau berleha-leha dan memilih untuk langsung tancap gas. Usai melakukan serah terima jabatan dengan Rini Soemarno, dirinya ingin langsung segera menyelesaikan tugas yang sudah menumpuk.

Salah satu fokusnya adalah proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Menurutnya, proyek yang sudah tunggu-tunggu oleh masyarakat harus dipercepat pengerjaannya.

Baca Juga: Tiket Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tak Disubsidi

“Pasti kan banyak hal-hal yang kita harus segera tuntaskan, misalnya mengenai contoh Kereta Cepat Bandung,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Selain itu, dirinya akan mempercepat tindak lanjut kerjasama pembangunan kilang antara PT Pertamina (Persero) dengan Saudi Aramco. Karena hingga saat ini keduannya masih belum juga terealisasi.

Erick Thohir

“Atau mungkin juga mengenai hasil pembicaraan Saudi Arabia dengan Indonesia mengenai Aramco dengan Pertamina. Nah hal-hal ini kita harus review karena kan kalau ditanya Pak Erick statusnya gimana saya belum tau,” jelasnya.

Baca Juga: Ada Jembatan hingga Terowongan di Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Selain itu,menurut Erick masih banyak lagi beberapa pekerajaan rumah yang harus segera diselesaikan. Namun, dirinya harus melakukan koordinasi dahulu dengan internal dari Kementerian BUMN itu sendiri.

“Ada nanti saya sampaikan, kasih saya waktu setelah memang kita konsolidasi baru saya sampaikan,” ucapnya.

Alasan dirinya ingin kerja dengan cepat adalah menjalankan arahan dari Presiden Joko Widodo. Apalagi dirinya tengah mengejar target Key Performance Indeks (KPI) yang harus dipenuhi selama tiga bulan ke depan ini.

“Kasih waktu saya lah untuk belajar karena kan dari KPI itu saya harus pelajari lagi, sinkronisasi mana yang bisa diselesaikan dalam waktu berapa bulan atau bahkan perlu waktu lebih dari setahun. Tentu saya belum bisa sharing karena kan besok baru ratasnya untuk meyakinkan apakah ini angka-angka atau target yang bisa,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini