nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dari Defisit, BI Pede Neraca Pembayaran Bakal Membaik

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 24 Oktober 2019 20:23 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 24 20 2121391 dari-defisit-bi-pede-neraca-pembayaran-bakal-membaik-zFwhIwsxBJ.jpg Bank Indonesia. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) di kuartal III-2019 membaik sehingga dapat menopang ketahanan eksternal. Pada kuartal sebelumnya, neraca pembayaran mengalami defisit sebesar USD2 miliar.

"Perkiraan ini didukung oleh surplus transaksi modal dan finansial, serta defisit transaksi berjalan yang terkendali," ujar Perry dalam konferensi pers di Kantor Pusat BI, Jakarta, Kamis (24/10/2019).

Baca Juga: Neraca Pembayaran 2019 Terjaga, BI: Bisa Menopang Ketahanan Eksternal

Bank Sentral mencatatkan arus masuk investasi portofolio (capital inflow) mencapai USD4,8 miliar di kuartal-III 2019. Hal ini didorong oleh prospek perekonomian nasional yang baik dan daya tarik investasi aset keuangan domestik yang tinggi.

BI

"Sementara itu, defisit transaksi berjalan diprakirakan tetap terkendali dipengaruhi oleh impor yang menurun sejalan dengan kebutuhan domestik dan sebagai dampak positif kebijakan pengendalian impor, misalnya program B20," jelasnya.

Baca Juga: Optimis Defisit Transaksi Berjalan Tak Melebar, Ini Jurus Sri Mulyani

Di sisi lain, posisi cadangan devisa Indonesia juga tercatat sebesar USD124,3 miliar hingga akhir September 2019. Angka itu setara dengan pembiayaan 7,2 bulan impor atau 7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sebesar 3 bulan impor.

Perry juga memperkirakan, defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) 2019 dan 2020 diperkirakan tetap terkendali dalam kisaran 2,5%-3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dan ditopang dengan aliran masuk modal asing yang tetap besar.

"BI akan terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk meningkatkan ketahanan eksternal, termasuk berupaya mendorong peningkatan penanaman modal asing," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini