Kiprah 19 Menteri Sektor Ekonomi, dari Lulusan UGM hingga University of Michigan

Adhyasta Dirgantara, Jurnalis · Kamis 24 Oktober 2019 14:51 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 24 320 2121211 kiprah-19-menteri-sektor-ekonomi-dari-lulusan-ugm-hingga-university-of-michigan-H3o9asHfYg.jpg Kabinet Indonesia Maju (Foto: Okezone.com/Fakhri)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi telah mengumumkan nama-nama menteri Kabinet Indonesia Maju. Hal ini Dia ungkapkan di Istana Negara, Jakarta.

“Saya ingin mengenalkan Kabinet Indonesia Maju,” kata Jokowi.

Dari 34 menteri yang akan membantu Jokowi menjalankan roda pemerintahan, sebanyak 19 menteri bekerja di sektor perekonomian. Berikut beberapa latar belakang para menteri sektor perekonomian seperti dirangkum Okezone, Kamis (24/10/2019).

Baca Juga: Intip Gaji Menteri Baru Jokowi, Sebulan Dapat Berapa?

1. Menteri PPN/ Kepala Bappenas: Suharso Monoarfa

Suharso dikenal sebagai politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Dia menempuh pendidikan di Fakultas Planologi Institut Teknologi Bandung, Jawa Barat pada 1974-1978 dan EDP University of Michigan pada 1994.

Sebelumnya, di era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Dia pernah menjabat sebagai Menteri Perumahan Rakyat di Kabinet Indonesia Bersatu II.

 Luhut Binsar Panjaitan Tiba di Istana Negara

2. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi: Luhut Binsar Pandjaitan

Luhut Binsar Pandjaitan adalah lulusan terbaik dari Akademi Militer Nasional angkatan tahun 1970. Karier militernya banyak dihabiskan di Kopassus TNI AD.

Sebelum masuk dalam Kabinet Kerja, Luhut pernah menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan Tahun 2000 – 2001 saat Abdurrahman Wahid menjabat sebagai Presiden RI 1999 – 2001. Sebelum menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan, ia menjabat Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura.

kabinet

3. Menteri Perhubungan: Budi Karya Sumadi

Budi menempuh pendidikan sarjana di bidang arsitektur Universitas Gajah Mada pada tahun 1981. Pernah menjabat sebagai Presiden Direktur PT Pembangunan Jaya Ancol sejak tahun 2004, kemudian menjadi Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (JakPro) hingga tahun 2013.

Budi juga sempat menjabat sebagai Direktur Utama Angkasa Pura II pada tahun 2015 sampai Juli 2016. Pada tanggal 27 Juli 2016, Presiden Joko Widodo melantik beliau sebagai Menteri Perhubungan pada Kabinet Kerja Tahun 2014-2019.

Eks Menhub Budi Karya Sumadi Merapat ke Istana

4. Menteri Kelautan dan Perikanan: Edhy Prabowo

Edhy Prabowo adalah seorang Wakil Ketua Umum Partai Gerindra bidang Keuangan dan Pembangunan Nasional yang menggantikan Susi Pudjiastuti sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.

Dulu, dia pernah menggeluti Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. Namun, Dia tidak menyelesaikannya. Alhasil, Dia melanjutkan pendidikannya di Fakultas Ekonomi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) pada tahun 1997.

5. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Wishnutama

Wishnutama merupakan sosok yang terkenal di kalangan media. Bagaimana tidak, Dia merupakan Komisaris Utama Net Mediatama dan Komisaris Kumparan.

Namun, Wishnutama melepas semua jabatannya ketika Dia dipanggil Presiden Jokowi untuk menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Wishnutama pernah menempuh pendidikan di Norwich University – The Military College of Vermont, Navy ROTC, Amerika Serikat, Mount Ida College jurusan Liberal Arts, Boston, Amerika Serikat dan Emerson College, jurusan Communication, Boston, Amerika Serikat.

Momentum Pelantikan Kabinet Indonesia Maju [2]

6. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Arifin Tasrif

Arifin merupakan seorang perantau Minangkabau yang menyelesaikan pendidikan sarjananya di Institut Teknologi Bandung jurusan Teknik Kimia pada tahun 1972.

Arifin pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Pupuk Indonesia hingga tahun 2015. Dirinya juga merupakan dirut pertama BUMN pupuk setelah holdingisasi yang dilakukan oleh Kementerian BUMN. Oleh Kementerian BUMN, ia ditugaskan untuk mengkoordinasikan produksi dan distribusi lima perusahaan pupuk nasional.

Momentum Pelantikan Kabinet Indonesia Maju [2]

7. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) dan Reformasi Briokrasi: Tjahjo Kumolo

Tjahjo adalah putra dari Bambang Soebandiono, seorang veteran pejuang kemerdekaan Republik Indonesia. Meski lahir di Surakarta, Tjahjo banyak menghabiskan waktu sekolahnya di Semarang, sejak sekolah dasar hingga kuliah. Ia lulus dari Universitas Diponegoro sebagai Sarjana Hukum. Pria kelahiran Surakarta, 1 Desember 1957 mengawali karier politiknya setelah lulus kuliah pada usia 28 tahun.

Pada tahun 2014, Presiden Joko Widodo meminta Tjahjo untuk bergabung dalam Kabinet Kerja 2014-2019 sebagai Menteri Dalam Negeri. Di periode kedua Presiden Joko Widodo 2019-2024 ini, Tjahjo dipercaya kembali menjadi anggota kabinet dengan jabatan Menteri PANRB.

8. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Airlangga Hartarto

Airlangga menjabat Menteri Perindustrian di Kabinet Kerja jilid I sejak 27 Juli 2016. Dirinya menggantikan Saleh Husin pada perombakan Kabinet Kerja Jokowi.

Dari pendidikannya, Airlangga Hartarto adalah lulusan SMA Kolese Kanisius Jakarta pada tahun 1981, dan Fakultas Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada tahun 1987. Dirinya mendapatkan gelar MBA dari Monash University Australia tahun 1996 dan Master of Management Technology (MMT) dari University of Melbourne, Australia, tahun 1997.

Bahkan, Airlangga terpilih menjadi Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Teknik UGM.

Momentum Pelantikan Kabinet Indonesia Maju [2]

9. Menteri Keuangan: Sri Mulyani

Sri Mulyani pertama kali masuk kabinet menjadi Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional ke 11 pada era Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla. Dirinya menjabat Menteri PPN selama 1 tahun lebih dari 21 Oktober 2004 hingga 7 Desember 2005.

Sri Mulyani meraih gelar Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia Jakarta, Indonesia. Dia juga pernah menempuh pendidikan di University of lllinois Urbana Champaign dan meraih gelar Ph.D. of Economics

Momentum Pelantikan Kabinet Indonesia Maju [2]

10. Menteri BUMN: Erick Thohir

Erick Thohir merupakan salah satu dari tim pemenangan Jokowi dalam kontestasi Pemilihan Presiden Presiden 2019-2024. Di sana Erick menjabat sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

Pada tahun 1993 Erick lulus program Master untuk Bisnis Administrasi (Master of Business Administration) dari Universitas Nasional California, Amerika Serikat. Sebelumnya memperoleh gelar sarjana (Bachelor of Arts) dari Glendale University.

Momentum Pelantikan Kabinet Indonesia Maju [2]

11. Menteri Koperasi dan UMKM: Teten Masduki

Teten lahir dan besar di Jawa Barat. Dia adalah seorang aktivis Indonesia yang lahir dari keluarga petani. Dirinya menyelesaikan pendidikannya hingga sarjana di sekitar Garut dan Bandung.

Dia pernah mengamil Jurusan Matematika dan Ilmu Kimia di IKIP Bandung dan Kursus selama tiga bulan tentang kepemimpinan LSM di El Taller, Tunisa.

12. Menteri Perindustrian: Agus Gumiwang Kartasasmita

Riwayat pendidikan Agus cukup cemerlang. Agus sudah merasakan belajar di luar negeri sejak masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Tercatat, sejak 1985-1994, Dia menghabiskan waktunya untuk menimba ilmu di Amerika Serikat. Adapun kampus yang Agus jajaki adalah Northeastern University dan Pacific Western University. Kemudian, untuk S2 dan S3 Agus menyelesaikannya di Bandung. Tepatnya di Universitas Pasundan (2007-2009) dan Univeritas Padjajaran (2010-2012).

Setelah menjadi sarjana, Dia langsung menduduki posisi Wasekjend DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) dan Presiden Direktur PT. Agumar Eka. Setelah itu, Agus aktif menjadi anggota MPR dan DPR RI sejak 1998.

13. Menteri Perdagangan: Agus Suparmanto

Agus adalah seorang Direktur Utama di PT Galangan Manggar Biliton (GMB). Adapun perusahaan tersebut berbasis di Bangka Belitung. Dia juga seorang politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Pada 2016, GMB mempunyai proyek pembangunan dok kapal di Belitung Timur yang dikerjakan dengan menggandeng anak usaha PT Timah Tbk, yaitu PT Dok dan Perkapalan Air Kantung (PT DAK).

14. Menteri Pertanian: Syahrul Yasin Limpo

Syahrul Yasin Limpo merupakan seorang Gubernur Sulawesi Selatan selama dua periode sebelum dilantik menjadi Mentan. Politikus ini lahir di Makassar pada 16 Maret 1955.

Dulu, Syahrul diterima di Universitas Hasanuddin pada tahun 1983 dengan memfokuskan diri di jurusan Hukum. Kemudian, Dia melanjutkan pendidikan pasca sarjana LAN tahun 1999, pasca sarjana di Universitas Hasanuddin tahun 2004 dan program doktoral di kampus yang sama 4 tahun berselang.

Momentum Pelantikan Kabinet Indonesia Maju [2]

15. Menteri Ketenagakerjaan: Ida Fauziah

Kiprah Ida Fauziyah di dunia politik memang sudah cukup lama. Dirinya bahkan pernah maju dalam bursa pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jawa Tengah bersama Sudirman Said. Dia pernah menempuh pendidikan S1 di IAIN Sunan Ampel Surabaya pada 1993 dan Universitas Satyagama Ilmu Pemerintahan

Terlepas dari karier politiknya, perempuan berusia 50 tahun itu dikenal sebagai sosok yang santun dan lembut. Dalam hal berpakaian, dirinya juga terlihat kalem.

16. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat: Basuki Hadimuljono

Awal kehidupan Dunia pendidikannya pun tidak main-main. Menteri Basuki merupakan lulusan Universitas Gajah Mada (UGM) dari jurusan Teknik Geologi tahun 1979.

Kemudian, dia melanjutkan pendidikan S2 hingga S3 nya di universitas Amerika Serikat hingga tahun 1992, yaitu Colorado State University. Di sana, Dia memfokuskan dirinya di jurusan Teknik Sipil.Basuki dimulai di Surakarta, Jawa Tengah. Dia dilahirkan 65 tahun silam atau lebih tepatnya pada 5 November 1954.

Kinerja Basuki dalam membangun infrastruktur di dalam negeri juga patut diapresiasi. Begitu banyak perubahan mulai dari tersambungnya tol Banten hingga Surabaya atau disebut Tol Trans Jawa. Kemudian Tol Trans Sumatera hingga berbagai bendungan dan irigasi.

17. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Siti Nurbaya Bakar

Wanita yang lahir 28 Juli 1956 itu punya karir mentereng, terutama dalam bidang perencana pembangunan daerah.

Karier pendidikannya berawal dari Institut Pertanian Bogor, dilanjut di International Institute for Aerospace Survey and Earth Science (ITC), Enschede, Belanda dan S-3 IPB dengan Siegen University, Jerman.

Momentum Pelantikan Kabinet Indonesia Maju [2]

18. Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala BPN: Sofyan Djalil

Sepak terjangnya dalam dunia pemerintahan telah lama dilakukannya. Pada periode Pemerintahan Presiden Habibie, dia bahkan dipercaya menjabat sebagai Asisten Menteri Negara BUMN (1998-2000).

Sofyan Djalil telah melanglang buana dalam ranah kementerian. Pada Oktober 2004, dirinya sempat menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika dalam Kabinet Indonesia Bersatu I. Hingga akhirnya, Sofyan Djalil ditunjuk untuk menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional pada perombakan selanjutnya dalam Kabinet Kerja sejak Juli 2016 sampai dengan saat ini.

Pria kelahiran 23 September 1953 ini memperoleh gelar sarjana hukum dari Universitas Indonesia pada tahun 1984. Ia kemudian melanjutkan pendidikannya di Master of Arts in Law and Diplomacy (MAL) pada 1991 dan Master of Arts in Public Policy dari Universitas yang sama di tahun 1989.

19. Kepala BKPM: Bahlil Lahadalia

Bahlil pernah memulai kariernya sebagai sopir angkot hingga membuka usaha sendiri. Kesuksesannya pun dijawab saat dirinya dipilih sebagai Ketua Hipmi. Dia menempuh pendidikan S1 di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay, Jayapura, Papua

Sejak datang dari Papua, Bahlil tidak pernah bermimpi untuk menjadi seorang pengusaha besar. Bahlil mengaku hanya mengerjakan apa yang ada di hadapannya.

1
5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini