nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Total Aset Hulu Migas Indonesia Capai Rp841 Triliun

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 24 Oktober 2019 16:50 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 24 320 2121277 total-aset-hulu-migas-indonesia-capai-rp841-triliun-3XpHkjTqoW.jpg Aset Hulu Migas (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat total aset di sektor hulu migas RI hingga saat ini mencapai Rp841 triliun. Aset ini terdiri dari tanah, harta benda modal (HBM), harta benda inventaris (HBI) dan material persediaan (MP).

 Baca Juga: Aset Negara di Sektor Hulu Migas Capai Rp490 Triliun

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan,dari jumlah tersebut ada sekitar 206 blok atau working area yang dimiliki. Adapun rinciannya adalah 90 wilayah produksi dan 116 blok eksplorasi.

"Rp841 triliun total aset hulu migas. Terdiri dari tanah HBM HBI, dan MP," ujarnya saat dalam acara konferensi pers di Kantor SKK Migas, Jakarta, Kamis (24/10/2019).

 Baca Juga: Kelola Aset Negara, LMAN Sumbang Rp2,7 Triliun untuk Negara

Dwi menambahkan, informasi terkini soal hulu migas lainnya adalah total basin atau cekungan yang berjumlah 128. Dari jumlah tersebut, 19 basin sudah berproduksi dan 109 cekungan menunggu untuk dieksplorasi.

 Migas

Mantan Direktur Utama Pertamina itu menambahkan, saat ini ada sebanyak 630 unit platform pengeboran, di antaranya 528 beroperasi dan 102 unit yang tidak beroperasi. Selain itu, tercatat cadangan sebanyak 3,2 Billion Barrel Oil dan 52,5 TCF (Trillion Cubic Feet).

Tak hanya itu, tercatat juga ada sebanyak 206 wilayah kerja (WK) migas, di antaranya 90 WK produksi dan 116 WK eksplorasi. Selain itu juga ada 1.000 lapangan migas dan 3.000 sumur.

"Kalau luas kerjanya sekarang 750 ribu km2, ini katanya 5 kali dari luas lahan sawit," ucap Dwi.

Dwi menambahkan, pihaknya akan terus mencari dan menemukan cadangan baru untuk eksplorasi. Sehingga produksi atau lifitng migas bisa terus meningkat.

"Karena ini, selalu ada peningkatan produksi ketika cadangan ditemukan," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini