nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kabar Baik, AS-China Segera Teken Perjanjian Dagang

Adhyasta Dirgantara, Jurnalis · Sabtu 26 Oktober 2019 20:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 26 320 2122091 kabar-baik-as-china-segera-teken-perjanjian-dagang-jGCTYohlsw.jpg Perang Dagang China-AS (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Amerika Serikat dan China dikabarkan semakin dekat untuk menyelesaikan beberapa bagian dari perjanjian perdagangan fase satu. Hal ini diungkapkan oleh salah satu perwakilan perdagangan AS.

 Baca Juga: AS-China Segera Damai, Indeks S&P 500 Cetak Rekor Tertinggi

Dikutip dari Bussiness Insider, Sabtu (26/10/2019), Kantor Perwakilan Dagang AS mengeluarkan pernyataan setelah terjadi pertemuan antara Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He kemarin.

"Mereka membuat kemajuan pada isu-isu spesifik dan kedua belah pihak hampir menyelesaikan beberapa bagian dari perjanjian. Diskusi akan berlangsung terus-menerus di kalangan para perwakilan dan para petinggi akan mendapat panggilan lain dalam waktu dekat," tulis pernyataan tersebut.

 Baca Juga: Harga Minyak Dunia Terus Naik Usai Sinyal Perdamaian AS-China

Karena berita tersebut, indeks saham AS melonjak, dan sekarang berada dalam jarak dekat dari rekor penutupan.

Sebagai informasi, AS dan China telah mengerjakan kesepakatan perdagangan fase satu sudah sejak awal Oktober di Washington. Setelah pertemuan, Presiden Trump mengumumkan bahwa kedua pihak telah mencapai kesepakatan perdagangan parsial, dan menunda kenaikan tarif yang akan dimulai 15 Oktober untuk ribuan produk China.

Namun, ada keraguan apakah kesepakatan tersebut akan ditandatangani. Pasalnya, China telah mendorong AS untuk menaikkan tarif produk sebelum kesepakatan akhir tercapai. Apalagi China membutuhkan pembicaraan lebih lanjut sebelum menandatangani kesepakatan.

Trump telah mengatakan bahwa kesepakatan apa pun dengan China harus bisa mengatasi masalah struktural. Contohnya adalah seperti pencurian kekayaan intelektual, subsidi skala besar, dan transfer teknologi asing secara paksa.

 Perang Dagang AS-China

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini