nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diajak Kerjasama Kemenkop, Bos Bukalapak: Jiwa Kita adalah UKM

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 05 November 2019 20:52 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 05 320 2126186 diajak-kerjasama-dengan-kemenkop-bos-bukalapak-jiwa-kita-adalah-ukm-x1J1T6koAY.jpg Pertemuan Menteri Koperasi Teten Masduki dengan Tim Bukalapak. (Foto: Okezone.com/Dok. Kemenkop)

JAKARTA - Kementerian Koperasi dan UKM tengah menjajaki kerjasama dengan marketplace besar seperti Bukalapak. Hal ini untuk mengembangkan usaha dan jaringan pemasaran produk UMKM di Indonesia.

"Kami bersama Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki sudah membahas bagaimana cara mengembangkan UMKM di Indonesia. Pasalnya, Bukalapak memiliki jutaan pelapak yang mayoritas merupakan UMKM", ucap Chief Strategy Officer Bukalapak Teddy Oetomo, usai menemui Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di Gedung Kemenkop UKM, Jakarta, Selasa (5/11/2019).

Baca Juga: Menkop Teten: Koperasi Harus Buat Gebrakan Supaya Naik Kelas

Dia pun memastikan bahwa pihaknya akan bekerjasama dan bersinergi dengan Kemenkop dan UKM supaya bisa membangkitkan kinerja usaha para pelapak di Indonesia.

"Kita akan mengkaji lebih jauh lagi nantinya untuk masuk ke tahapan pembahasan program," ungkap dia.

Produk UMKM

Menurut dia, Bukalapak memiliki Big Data untuk mempermudah kerjasama dengan berbagai lembaga keuangan dan perbankan. Dan semua itu dilakukan secara online.

"Kita tertarik kerjasama dengan Kemenkop dan UKM karena memang jiwa kita adalah UKM," jelas Teddy.

Baca Juga: Indonesia Gandeng Korea Selatan Kembangkan Teknologi bagi UKM

Dia menambahkan Bukalapak rutin dilakukan pelatihan bagi para UKM yang menjadi mitranya. "Setiap tahun di 100 kota di Indonesia ada sekitar 500 event pelatihan yang dilakukan para pelapak senior bagi para pelapak junior. Semacam transfer knowledge dari senior ke junior," kata Teddy.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Victoria Br Simanungkalit menambahkan, Bukalapak memiliki Big Data yang bisa dimanfaatkan untuk mengkurasi produk UKM mana yang bisa didorong dengan cepat masuk ke pasar global melalui marketplace atau aplikasi yang ada.

"Idenya kita akan berkolaborasi dengan marketplace, agar supaya 62 juta UKM bisa kita agregasi lebih cepat, dalam mengakses permodalan dan pemasaran. Hal itu nanti yang akan kita bahas lebih detail dan kongkrit", pungkas Victoria.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini