nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hobi Impor Pakai Uang Pemerintah, Jokowi: Kebangetan Banget

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 06 November 2019 14:38 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 06 320 2126455 hobi-impor-pakai-uang-pemerintah-jokowi-kebangetan-banget-UaLul1PmPY.jpg Jokowi soal Impor (Foto: Setkab)

JAKARTA  - Di saat neraca perdagangan masih defisit, Current Acount Defisit (CAD) masih defisit, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengkritik kebiasaan para pejabat pengadaan barang dan jasa pemerintah yang suka mengimpor barang. Terlebih impor itu dilakukan dengan menggunakan uang pemerintah.

“Kok kita masih hobi impor. Kebangetan banget. Uangnya pemerintah lagi, kebangetan kita ini. Kalau itu masih diterus-teruskan, kebangetan,” kata Presiden Jokowi seperti dilansir setkab, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

 Baca Juga: Sentil Bank, Jokowi: Jangan Salurkan Kredit ke Perusahaan Besar-Besar Saja

Dia meminta kepada Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) untuk memetakan mana yang bisa diproduksi di dalam negeri secara utuh.

"Mana yang assembling harus dirakit di sini? Mana yang impor? Ini harus dicek. Yang impor langsung distabilo merah aja, kengga usah,” tegas Presiden.

 Baca Juga: Jokowi: Impar Impor Senangnya Kita, Setoplah

Presiden memerintahkan kepada Kepala LKPP untuk memprioritaskan produk dengan komponen lokalnya yang sangat tinggi.

“Udah persulit barang yang namanya impar impor itu. Barang impar juga, barang impor juga. Impar impor senengnya kita udah. Udah stoplah gitu-gitu. Ini sekali lagi duit APBN, duit APBD,” tegasnya.

 Rakornas Pengadaan Barang

Jokowi menekankan, agar diprioritaskan benar bahwa harga murah bukan menjadi patokan yang utama. Murah kalau diperoleh secara impor, Presiden mengaku, lebih seneng beli barang yang lokal meskipun harganya sedikit mahal.

Untuk itu, Presiden meminta agar difasilitasi barang-barang yang ada di dalam negeri untuk secepatnya bisa masuk E-Katalog. Usaha kecil, usaha menegah yang punya produk-produk itu, menurut Presiden, segera masukan ke E-Katalog.

Presiden Jokowi juga mengingatkan, jangan sampai aturan E-Katalog LKPP mempersulit produk-produk dalam negeri. Sehinga betul-betul produk lokal jadi tuan rumah di negara sendiri.

“Kalau ada aturannya, ubah aturannya. Aturan yang membuat kita kok, ubah aturan, permudah aturannya, gampangkan aturannya,” tutur Presiden Presiden.

 Rakornas Pengadaan Barang

Sebelumnya Presiden menyindir urusan pacul/cangkul yang sampai impor ratusan ribu. Ia mempertanyakan. Apakah (pacul) tidak bisa didesain industri UKM (Usaha Kecil Menengah) kita.

“Ini Pak Roni (Roni Dwi Susanto, Kepala LKPP), juga Pak Menteri Bappenas tolong hal-hal seperti ini didesain. Strategi dalam kita mendesain berkembangnya industri-industri UKM yang ada di negara kita,” tegas Presiden Jokowi.

Menurut Presiden, itu baru satu barang. Barang yang lain masih ribuan. “Enak banget itu, di negara yang dimana barang itu kita impor, enak banget itu. Kita ini masih defisit transaksi berjalan, kita ini masih defisit neraca perdagangan. Impor barang seperti itu yang sebetulnya kita sambil tidur aja bisa buat,” kata Presiden menyindir seraya menambahkan, impor itu enak banget karena harganya pasti murah.

Artinya, yang ngimpor untungnya lebih gede. Tapi di sini ruang untuk menciptakan lapangan pekerjaan jadi hilang. Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dan Kepala LKPP Roni Dwi Susanto.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini