nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Minyak Naik 1% di Akhir Pekan

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Sabtu 09 November 2019 11:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 09 320 2127718 harga-minyak-naik-1-di-akhir-pekan-Xp5I9gVmcj.jpg Kilang Minyak (Reuters)

JAKARTA - Harga minyak naik lebih tinggi pada akhir perdagangan 8 November 2019. Harga minyak naik setelah jatuh lebih dari 1% menyusul komentar dari Presiden AS Donald Trump bahwa ia belum setuju untuk menurunkan tarif di China.

Melansir Reuters, Sabtu (9/11/2019), minyak mentah berjangka Brent naik 22 sen menjadi USD62,51 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 9 sen menjadi USD57,24 per barel.

Baca Juga: Harga Minyak Anjlok Imbas Ditundanya Kesepakatan Dagang AS-China

Brent membukukan kenaikan mingguan 1,3%, sementara WTI naik 1,9%. Kenaikan harga memangkas kerugian dalam perdagangan tengah hari, setelah Brent mencapai sesi rendah USD60,66 per barel dan WTI merosot ke USD55,76 per barel.

Perang dagang 16 bulan antara dua ekonomi terbesar dunia telah memperlambat pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia dan mendorong para analis untuk menurunkan perkiraan permintaan minyak, meningkatkan kekhawatiran bahwa kelebihan pasokan dapat berkembang pada tahun 2020.

Kilang Minyak

Harga minyak turun lebih awal pada hari Jumat setelah Trump mengatakan bahwa dia belum setuju untuk menurunkan tarif pada China tetapi Beijing ingin dia melakukannya. Komentar itu muncul setelah para pejabat dari kedua negara mengatakan Cina dan Amerika Serikat telah sepakat untuk menurunkan tarif barang satu sama lain dalam kesepakatan perdagangan "fase satu".

Namun, rencana tersebut menghadapi oposisi internal yang keras di pemerintahan AS, Reuters melaporkan, dan pejabat AS telah mengisyaratkan pandangan yang bertentangan tentang status pembicaraan.

Baca Juga: Harga Minyak Naik Lebih dari 1% Ditopang Permintaan China ke Trump

Harga minyak juga berada di bawah tekanan sejak Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo mengatakan bahwa ia lebih optimis tentang prospek untuk tahun 2020, tampaknya mengecilkan setiap kebutuhan untuk memotong produksi lebih dalam. Kesepakatan antara Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, seperti Rusia, akan membatasi pasokan hingga Maret tahun depan. Para produsen bertemu 5-6 Desember di Wina untuk meninjau kebijakan itu.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini