nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kumpulkan Menteri Ekonomi, Jokowi Cari Terobosan Tekan Defisit Neraca Dagang

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Senin 11 November 2019 16:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 11 20 2128393 kumpulkan-menteri-ekonomi-jokowi-cari-terobosan-tekan-defisit-neraca-dagang-aKX1mnA033.jpg Jokowi (Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa pemerintah ke depan akan fokus dalam menekan angka defisit neraca perdagangan. Selain itu, kementerian dan lembaga di Kabinet Indonesia Maju harus bisa menggenjot surplus angkat neraca perdagangan.

"Ratas siang hari ini akan dibahas penguatan neraca peradagangan memang fokus kita ke depan adalah bagaimana bisa menekan sebanyak mungkin, mengurangi sebanyak mungkin angka defisit yang ada dan pada saat bersamaan kita bisa memperbesar surplus neraca dagang kita dengan menggenjot ekspor dan juga pengembangan sektor pariwisata yang mendatangkan devisa," kata Jokowi dalam ratas 'Penguatan Neraca Perdagangan' di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (11/11/2019).

 Baca juga: Presiden Jokowi Minta Para Menteri Siapkan Program Tekan Defisit Neraca Dagang

Jokowi menerangkan bahwa dalam menekan defisit neraca perdagangan jajarannya harus melakukan sejumlah terobosan sebagai langkah untuk mengurangi impor. Menurut dia, saat ini impor BBM merupakan penyumbang defisit terbesar dalam neraca perdagangan.

 Jokowi

"Oleh sebab itu, pembangunan kilang harus menjadi prioritas dan lifting produksi minyak di dalam negeri juga harus kita tingkatkan. Termasuk pengolahan energi baru terbarukan seperti B20 untuk segera bisa masuk ke B30, lalu ke B100 sehingga bisa mengurangi ketergantungan kita terhadap impor BBM investasi yang dilakukan ke industri," tutur dia.

 Baca juga: Defisit Perdagangan, Pengusaha Khawatir Ada Penurunan Daya Beli

Kepala Negara ingin adanya subtitusi impor atau pergantian barang-barang selama ini yang masuk ke Indonesia. Ia ingin adanya pengembangan industri dari barang-barang yang diimpor dari luar itu sehingga bisa menciptakan lapangan kerja.

"Tapi juga memastikan bahwa produk-produk yang dibutuhkan di dalam negeri dan yang diekspor bisa diproduksi di dalam negeri. Saya juga ingin mengingatkan kandungan TKDN dalam proyek-proyek pemerintah yang sudah sebulan tidak saya singgung sehingga optimalisasi kandungan TKDN harus kita optimalkan," terang dia.

 Baca juga: BPS: Neraca Perdagangan September Defisit USD160,5 Juta

Jokowi ingin peningkatan ekspor Indonesia dengan memanfaatkan sejumlah perjanjian perdagangan dengan negara-negara sahabat. Sebelumnya, Jokowi telah menerima kunjungan kehormatan Mendag Amerika Serikat Wilbur Ross guna meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi seperti perdagangan dan investasi antara Indonesia-Amerika Serikat.

"Saya perintahkan Pak Mendag untuk secara khusus menugaskan Wamen, Bu Menlu juga menugaskan khusus Wamen agar perjanjian perdagangan dengan negara-negara potensial yang jadi tujuan ekspor kita segera bisa kita selesaikan. Kedua juga peningkatan ekspor pada pasar-pasar nontradisional yang selama ini belum kita perhatikan. Terutama di Afrika, Asia Selatan dan juga di kawasan-kawasan Indo pasifik," jelas Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga memerintahkan Kabinet Indonesia Maju tersebut gencar melakukan promosi ke luar negeri tentang berbagai komoditas Indonesia, inventasi, hingga ke sektor pariwisata. Promosi itu, sambung Jokowi, harus dilakukan secara maksimal guna menguatkan brand Indonesia di mata dunia.

"Saya ingatkan yang dulu-dulu pameran hanya menghabiskan anggaran. Pameran di sebuah expo besar tetapi stand kita ada di dekat toilet jangan diulangi lagi, sudah itu distop. Lebih baik nggak usah pameran kalau yang ada seperti itu. Kalau mau pameran yang gede sekalian disiapkan setahun sebelumnya secara baik. Sehingga saat pameran betul-betul menguatkan brand image Indonesia baik pembeli maupun wisatawan yang ingin datang ke negara kita," sambungnya.

"Yang terakhir saya minta juga penguatan SDM secara besar-besaran dalam memperkuat ekspansi dan ekspor di sektor jasa. Jangan lupa kita punya unicorn, decacorn yang juga merambah ke luar negeri," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini