nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Erick Thohir Beberkan Alasan Kirim Bos Pertamina ke Arab Saudi

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 12 November 2019 10:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 12 320 2128694 erick-thohir-beberkan-alasan-kirim-bos-pertamina-ke-arab-saudi-MvWDm3I5sx.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone.com/Yohana Artha Uly)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengutus PT Pertamina ke Arab Saudi untuk bertemu dengan perwakilan perusahaan Saudi Aramco. Hal ini dilakukan untuk menanyakan tindak lanjut proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Cilacap.

Menurut Erick selama ini memang persoalan kilang Cilacap tak kunjung selesai. Pasalnya, antara PT Pertamina (Persero) dan Saudi Aramco tak juga mencapai kesepakatan untuk kerjasama.

 Baca juga: Menko Luhut Beri Sinyal Investor Lain Garap Kilang Cilacap

"Kan ini kenapa Ibu Nicke (Direktur Utama Pertamina) dan Pak Sahala (Direktur Keuangan Pertamina) pergi ke Saudi salah satunya untuk mencari titik temu bagaimana itu," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Senin (11/11/2019) malam.

 Kilang

Mengenai opsi untuk menggandeng investor baru dalam proyek kilang Cilacap ini, Erick enggan berkomentar banyak. Apalagi yang mengeluarkan statment awal tersebut adalah Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.

 Baca juga: Erick Thohir Beri Waktu 2 Bulan ke Pertamina-Aramco soal Kilang Cilacap

"Saya ga bisa komen, pak luhut kan menko saya," ucapnya.

Asal tahu saja, dalam berbagai kesempatan Erick Thohir mengaku ada tiga program prioritas yang akan segera diselesaikannya terlebih dahulu. Ketiga program tersebut adalah menyelesaikan proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung, pembangunan kilang Cilacap antara PT Pertamina (Persero) dan Saudi Aramco, serta penyehatan PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Mengenai negosiasi antara PT Pertamina dan Saudi Aramco saat ini masih terus berajalan. Dirinya meminta agar negosiasi dipercepat namun juga tidak melupakan aspek good coorporate governance (GCG) di dalamnya.

"Negosiasi refinery itu panjang lah ceritanya. Masih cari jalan yang penting tidak ada kick back korupsi, kan kalau orang jual, orang tawar biasa aja. Jangan sampai nanti dianggap transaksi ini merugikan negara, ini yang nggak boleh," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini