nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Properti Diprediksi Naik 9%, Masyarakat Bidik Rumah di Bawah Rp500 Juta

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Selasa 12 November 2019 19:39 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 12 470 2129004 harga-properti-diprediksi-naik-9-masyarakat-bidik-rumah-di-bawah-rp500-juta-OWB13a5TI3.jpg Harga Properti Diprediksi Naik (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pasar properti di Indonesia diprediksi pada 2020 akan lebih positif, setelah pertumbuhannya tertahan di tahun ini.

Indeks harga properti hunian berdasarkan Rumah.com Property Market Index diperkirakan akan mengalami kenaikan pada kisaran 6%-9% (y-o-y) pada akhir 2020.

 Baca Juga: Pertumbuhan Harga Properti Residensial Masih Terbatas

Sementara indeks suplai properti hunian diperkirakan akan mengalami pertumbuhan pada kisaran 5% (y-o-y) pada akhir 2020. Namun, hal yang perlu diantisipasi adalah Hari Raya Idul Fitri dan respons pasar terhadap situasi politik nasional serta ancaman ekonomi global.

"Kondisi ekonomi dan politik nasional tidak terlalu berpengaruh pada optimisme pengembang dalam hal penawaran harga. Sebaliknya, kedua hal tersebut tercermin dalam optimisme pengembang dari sisi suplai," kata Head of Marketing Rumah.com Ike Hamdan dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (12/11/2019).

 Baca Juga: Kabinet Baru Jokowi, Ini Harapan Pelaku Industri Properti

Penjual sebaiknya fokus pada properti residensial kelas menengah dan menengah atas, dengan menonjolkan prospek investasi dan dukungan transportasi umum di sekitar properti.

Meski terjadi penurunan pada kepuasan terhadap iklim properti saat ini dibandingkan tahun lalu, secara umum kepuasan masyarakat masih tinggi. Sebanyak 55% responden Rumah.com Property Affordability Sentiment Index juga mengaku berencana membeli properti tahun depan.

"Meski demikian, berbelitnya proses pengurusan KPR, terutama untuk pekerja lepas, bisa menjadi penahan laju pasar properti nasional," katanya.

 KPR

Sementara itu, kebijakan Pemerintah melonggarkan Loan To Value (LTV) atau uang muka untuk pembelian rumah kedua serta pelonggan PPnBM untuk rumah mewah bisa meningkatkan dinamika pasar properti menengah atas dan mewah, yang sedang lesu.

Ike menjelaskan bahwa secara umum pasar properti Indonesia di tahun 2020 mendatang tidak akan begitu terpengaruh dengan keadaan politik mengingat situasi politik yang lebih kondusif.

"Pasar properti diperkirakan akan lebih bergairah dan menuju pemulihan, ini merupakan kesempatan yang tepat untuk membeli properti, baik untuk dihuni atau dipakai sendiri maupun sebagai sarana investasi," katanya.

Di sisi lain, masyarakat mendominasi masih mencari hunian di bawah Rp500 juta, sementara lainnya mencari hunian pada kisaran di atas Rp500 juta hingga Rp750 juta. Jumlah ini hampir sama dengan tahun lalu

 KPR

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini