Kisah Batam Diciptakan bak Singapura, Gatot karena Angkot

Adhyasta Dirgantara, Jurnalis · Kamis 14 November 2019 12:39 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 14 470 2129737 kisah-batam-diciptakan-bak-singapura-gatot-karena-angkot-PFl2hYZCVa.jpg Batam. (Foto: Okezone.com/Go2batam)

JAKARTA – Mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN?Bappenas) Andrinof Chaniago menilai Indonesia harus punya kota yang kelas dunia. Untuk merealisasikan itu, dia mengatakan kriterianya membuat kota green dan smart.

"Harus bikin kota green, smart. Pokoknya kriteria kota masa depan makanya mau jadiin Indonesia punya kota publik kelas dunia," kata Andrinof di Hotel Redtop, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Baca Juga: Masih Kalah dari China, Bagaimana Cara Kota di RI Tingkatkan Perekonomian?

Namun, untuk menciptakan kota kelas dunia, tentu banyak permasalahan yang dihadapi. Salah satunya adalah transportasi dan sikap masyarakatnya sendiri.

"Tantangannya adalah masalah sosial, yaitu sikap masyarakatnya. Kalau mau sistem transportasi modern itu terwujud, maka harus dilakukan dari sekarang. Contohnya tidak boleh ada angkutan seperti angkot di sana. Jadi pemerintah harus bisa dari sekarang menyediakan moda transportasi umum seperti bus. Kalau sekali dibiarkan tumbuh angkutan liar, nanti semakin besar dan tidak bisa dihentikan," ujarnya.

Angkot

Sebenarnya, Indonesia sempat memproyeksikan Kota Batam sebagai kota kelas dunia. Pasalnya, kota ini ingin dijadikan seperti Singapura. Sayangnya, upaya tersebut gagal karena masalah transportasi.

Baca Juga: Alasan Kota Besar Dirancang Tak Ramah Akan Kebutuhan Anak

"Kayak di Batam, mau dibikin kayak Singapura eh malah tidak bisa. Mulai dari perumahannya sampai transportasi. Dalam 15 tahun aja udah mulai macet, sekarang malah macet. Menghilangkan angkutan-angkutan kecil itu tidak mudah loh," ucap mantan Bappenas ini.

Maka dari itu, Andrinof meminta pemerintah untuk merencanakan transportasi sebaik-baiknya agar tidak mudah timbul kemacetan. Lebih-lebih, seringkali sarana prasaran terlupakan karena terlalu sibuk mengurus teknologi canggih.

"Jadi ketika kita merencanakan transportasi, kita harus perhatikan kebutuhan lain. Kalau hanya pikirkan teknologinya canggih atau tidak, nanti jadi terlupakan sarana prasarananya," pungkas Andrinof.

Terlepas dari itu, sebelumnya Andrinof telah menyatakan kalau ibu kota memang harus segera dipindahkan. Sebab, menurutnya Pulau Jawa sudah tidak mampu lagi menampung masyarakat.

"Jawa tidak akan bisa lagi menampung manusia yang sudah penuh, banjir, kemacetan. Itu menunjukkan ada persoalan struktural yang harus dicari solusinya. Makannya biarkan Jakarta jadi kota bisnis seperti New York di Amerika saja," jelas Mantan Bappenas ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini