nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Neraca Dagang Surplus, BI: Ketahanan Perekonomian Indonesia Makin Kuat

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Jum'at 15 November 2019 21:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 15 20 2130537 neraca-dagang-surplus-bi-ketahanan-perekonomian-indonesia-makin-kuat-OoacGGjtWF.jpg Bank Indonesia. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Bank Indonesia menilai surplus neraca perdagangan pada Oktober 2019 positif dalam memperkuat ketahanan eksternal perekonomian Indonesia. Neraca perdagangan Indonesia pada Oktober 2019 mencatat surplus USD16 juta, membaik dari kondisi bulan sebelumnya yang mencatat defisit USD16 juta.

“Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk meningkatkan ketahanan eksternal, termasuk prospek kinerja neraca perdagangan,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Onny Widjanarko dalam keterangannya, Jumat (15/11/2019).

Baca Juga: Impor Turun Tajam, Neraca Perdagangan Oktober Surplus USD161,3 Juta

Adapun surplus neraca dagang terutama didukung oleh kenaikan surplus neraca perdagangan nonmigas sejalan dengan kinerja ekspor nonmigas yang membaik. Ekspor nonmigas pada Oktober 2019 tumbuh -2,48% (yoy), lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh -2,70% (yoy), di tengah kondisi global yang semakin melambat.

Sementara itu, defisit neraca perdagangan migas meningkat disebabkan oleh peningkatan impor migas yang lebih tinggi dibandingkan dengan ekspor migas. Namun, secara kumulatif sampai dengan Oktober 2019, defisit neraca perdagangan migas membaik menjadi USD7,27 miliar, dibandingkan dengan USD10,82 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan tersebut sejalan dengan impor nonmigas yang menurun didukung kebijakan substitusi impor.

bank indonesia

Neraca perdagangan nonmigas pada Oktober 2019 tercatat surplus USD0,99 miliar, lebih tinggi dibandingkan dengan surplus pada bulan sebelumnya sebesar USD0,60 miliar. Perkembangan tersebut ditopang oleh meningkatnya kinerja ekspor nonmigas, terutama untuk komoditas bahan bakar mineral, bijih, kerak dan abu logam, alas kaki, serta kendaraan dan bagiannya.

Baca Juga: Bagaimana Nasib Neraca Dagang Oktober 2019? Ini Prediksinya

Di sisi lain, kinerja impor nonmigas juga meningkat didorong oleh impor barang modal seperti mesin/peralatan listrik serta besi dan baja, sejalan dengan kinerja investasi. Di sisi lain, neraca perdagangan migas mencatat defisit sebesar USD0,83 miliar, sedikit meningkat dibandingkan dengan defisit pada bulan sebelumnya sebesar USD0,76 miliar.

Peningkatan defisit tersebut didorong naiknya impor migas terutama dalam bentuk hasil minyak dan gas, sedangkan impor minyak mentah turun. Adapun kinerja ekspor migas juga meningkat didorong oleh naiknya ekspor minyak mentah dan gas.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini