Jor-joran, Ekspor Bijih Nikel Melonjak 245% pada Oktober 2019

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 15 November 2019 14:04 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 15 320 2130264 jor-joran-ekspor-bijih-nikel-melonjak-245-pada-oktober-2019-dSpoYkJrSh.jpeg Ilustrasi Tambang (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadinya lonjakan impor ore nikel atau bijih nikel pada Oktober hingga tiga kali lipat atau 245%. Hal itu sebagai upaya eksportir untuk mengejar target ekspor sebelum berlakunya pelarangan ekspor bijih nikel mulai 1 Januari 2020.

Pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2019 Tentang Pengusahaan Pertambangan Mineral dan Batubara yang mengatur percepatan larangan ekspor bijih nikel dari 1 Januari 2022 menjadi 1 Januari 2020.

Baca juga: 9 Perusahaan Kembali Ekspor Bijih Nikel, 2 Masih Belum Dapat Izin 

"Iya ini kan mereka jor-joran karena sebelum aturan pelarangan itu. Jadi memang tinggi sekali kenaikannya," ujar Kasubdit Statistik Ekspor BPS Mila Hertinmalyana di kantornya, Jakarta, Jumat (15/11/2019).

Berdasarkan data BPS, total ekspor bijih nikel selama Oktober 2019 mencapai USD223,16 juta, naik 245% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya USD64,57 juta. Secara volume, ekspor bijih nikel selama Oktober 2019 mencapai 5,9 juta ton atau naik 210% dibandingkan periode Oktober 2018 yang hanya 1,9 juta ton.

BPS

Adapun sepanjang Januari-Oktober 2019, nilai ekspor bijih nikel mencapai USD 866,87 juta. Mengalami peningkatan 63,7% dibandingkan periode Januari-Oktober 2018 yang hanya mencapai USD 529,42 juta.

Begitu pula secara volume, hingga akhir Oktober 2019 ekspor bijih nikel mencapai 26,65 juta ton mengalami kenaikan 60,45% dari periode akhir Oktober 2018 yang hanya mencapai 16,61 juta.

Menurut Mila, ekspor bijih nikel kemungkinan akan terus mengalami peningkatan hingga akhir tahun ini. "Iya bisa saja, karena ada aturan Menteri ESDM itu ya," tutup dia.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini