Kesetaraan Gender dalam Berbisnis, Keuntungan Bisa Tembus Segini

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Sabtu 16 November 2019 19:14 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 16 320 2130673 kesetaraan-gender-dalam-berbisnis-keuntungan-bisa-tembus-segini-VC2mYJmEoX.jpg Kesetaraan Gender Antara Pengusaha Wanita dengan Laki-Laki. (Foto: Okezone.com/The Straits Times)

JAKARTA -- Kesetaraan gender di tempat kerja masih menjadi tantangan klasik di seluruh dunia, termasuk Indonesia, di mana perempuan masih menerima kesenjangan perlakuan dibanding karyawan pria.

Padahal, kesetaraan gender jika diterapkan secara konsisten dapat menimbulkan dampak positif secara luas, baik untuk korporasi, komunitas, bahkan untuk negara.

Baca Juga: CEO Wanita Bikin Perusahaan Lebih Untung, Benarkah?

Laporan penelitian McKinsey Global Institute bertajuk "The Power of parity; How Advancing Women's Equality Can Add USD12 Trilion to Global Growth” menyebutkan bahwa jika dunia dikelola secara lebih setara (equal) antara laki-laki dan perempuan, maka akan mendatangkan keuntungan senilai USD12 triliun sampai 2025.

Investasi

Untuk Kawasan Asia Pasifik, dengan penerapan kesetaraan gender yang tepat, maka akan tercipta pertumbuhan hingga USD4,5 triliun pada 2025.

Meski telah menerapkan berbagai program kesetaraan gender (gender equality) di lingkungan kerjanya, perusahaan di Indonesia perlu mengambil langkah-langkah konkret dalam hal mempromosikan budaya kolaboratif, memberikan eksposure yang lebih besar untuk karyawan perempuan dan upah yang sesuai untuk pekerjaan yang setara dengan laki-laki.

Baca Juga: Daftar CEO Wanita Paling Berpengaruh di Dunia, Siapa Saja?

Sangat pentingnya peran sektor swasta untuk mengimplementasikan kesetaraan gender guna mencapai pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

"Kita perlu melangkah masuk untuk mengatasi masalah sosial dan struktural yang menghambat partisipasi dan kepemimpinan perempuan dalam ekonomi,” kata Chief Financial Officer Telkomtelstra Ernest Hutagalung dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Sabtu (16/11/2019).

Sebagai contoh konkret, perusahaan harus menyediakan fasilitas dan pilihan kerja yang fleksibel untuk ibu yang bekerja, dan kebijakan perusahaan memastikan ada perwakilan perempuan ketika meninjau bakat untuk mengisi posisi kepemimpinan.

“Menempatkan lebih banyak perempuan sebagai leaders sangat penting, karena perubahan signifikan di tempat kerja harus dimulai dari atas, untuk mengoptimalkan potensi dan produktivitas mereka di lingkungan kerja,” ujarnya.

Hal ini dikatakan dalam acara ASEAN Women CEOs Summit 2019. Adapun ASEAN Women CEOs Summit 2019 merupakan acara tiga tahunan yang mempertemukan para pemimpin sektor swasta, wirausahawan sosial bersama dengan para pejabat Uni Eropa dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Tahun ini ASEAN Women CEOs Summit 2019 membahas 'kasus bisnis' sebagai dampak dari penerapan kesetaraan gender dan pemberdayaan ekonomi perempuan di kawasan ASEAN.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini